Wat Wet Indonesia meluncurkan lini produk bahan kue terbaru melalui ajang bertajuk “Parade Sat Set Pakai Wat Wet” yang digelar di area Car Free Day (CFD) Slamet Riyadi, Solo. Kegiatan ini melibatkan 12 kelompok peserta yang terdiri dari pelaku UMKM kuliner dan siswa SMK Tata Boga se-Solo Raya untuk berkompetisi mengkreasikan jajanan lokal.
Acara tersebut memadukan kompetisi kuliner dengan berbagai aktivitas pendukung, mulai dari zumba bersama hingga demo memasak profesional. Peserta ditantang menampilkan kreasi jajanan tradisional dan modern, sekaligus mempresentasikan yel-yel kreatif sebagai bagian dari penilaian kekompakan tim dalam mengolah bahan dari Wat Wet.
Brand Executive Wat Wet Indonesia, Mahundri Sonya, menyampaikan bahwa nilai yang ingin dibawa dalam kegiatan ini adalah suasana yang menyenangkan dalam memasak. “Value yang ingin kami sampaikan itu fun. Masak itu harus menyenangkan. Kalau mau 'Sat Set', ya pakai Wat Wet,” ujar Sonya dalam pers rilis yang diterima RRI Surakarta, Selasa (3/2/2026).
Sonya menjelaskan, peluncuran ini merupakan bagian dari inovasi perusahaan. Wat Wet yang sejak 2023 dikenal dengan bumbu masak berbahan alami, kini memperluas portofolio ke produk bahan tambahan pangan. Produk yang diperkenalkan antara lain premiks susu, baking powder, baking soda, perisa vanila, dan icing sugar untuk mendukung kebutuhan kreasi kue masyarakat.
Selain memperkenalkan lini baru, Wat Wet juga berencana melakukan rebranding pada lini bumbu masak dengan kemasan yang disebut lebih segar. Sonya menambahkan, Solo menjadi salah satu area fokus pengembangan pasar perusahaan.
Dalam rangkaian acara, Chef Hilman melakukan demo memasak menu “Onde-Onde Ketawa” di hadapan ratusan pengunjung CFD. Demo tersebut menampilkan penggunaan produk baru Wat Wet yang diklaim dapat menghasilkan tekstur kue renyah dan merekah secara praktis.
Warga yang memadati lokasi terlihat antusias mengikuti sesi pembagian hadiah dan mencicipi ratusan porsi jajanan lokal hasil kreasi peserta. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, sekaligus pemberian penghargaan atas kreativitas siswa SMK dan pelaku UMKM dalam menangkap peluang pasar kuliner.

