BERITA TERKINI
Warung Makan di Kemiren Banyuwangi Pertahankan Cita Rasa Osing dengan Memasak Pakai Tungku Kayu

Warung Makan di Kemiren Banyuwangi Pertahankan Cita Rasa Osing dengan Memasak Pakai Tungku Kayu

Warung Makan Sapu Jagad di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, memilih cara yang tidak lazim untuk memperkenalkan kuliner khas setempat. Seluruh menu di warung ini dimasak menggunakan tungku dengan pengapian kayu bakar.

Desa Kemiren dikenal sebagai desa wisata adat Osing, suku asli Banyuwangi, yang menyimpan beragam tradisi, termasuk kuliner legendaris. Di antara yang paling dikenal ialah pecel pitik dan ayam uyah asem. Dua menu tersebut turut disajikan di Warung Makan Sapu Jagad, bersama sejumlah hidangan dan kudapan khas Banyuwangi lainnya.

Pemilik Warung Makan Sapu Jagad, Mohammad Yazid Sofyan (43), mengatakan penggunaan tungku kayu bakar menjadi bagian dari upaya menghadirkan masakan sebagaimana cara warga setempat memasaknya pada masa lalu. “Pesan utama kami memang ingin menghadirkan kuliner khas yang dibuat sebagaimana warga setempat memasaknya di rumah masing-masing zaman dulu,” kata Sofyan, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, proses memasak dengan tungku kayu bakar menghasilkan karakter yang berbeda, terutama pada aroma dan rasa. Hal itu dinilai memberi nilai lebih bagi pengunjung yang ingin merasakan masakan khas suku Osing dengan cita rasa yang otentik.

Sofyan menyebut warung yang ia kelola hanya menyajikan kuliner lokal. Untuk makanan berat, pilihannya antara lain pecel pitik, ayam uyah asem, dan nasi tempong. Sementara kudapan yang tersedia di antaranya kucur dan semanggi. Ia menegaskan pengunjung tidak akan menemukan menu bergaya Barat di tempat tersebut.

Meski begitu, Sofyan mengakui memasak dengan kayu bakar tidak sepraktis penggunaan kompor berbahan bakar elpiji. Namun, cara ini tetap dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga cita rasa masakan khas Kemiren.