Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyebut Festival Serabi di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat, menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pelestarian kuliner tradisional sekaligus mendorong pengembangan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tersebut.
Dalam keterangannya di Cirebon, Senin, Edo mengatakan serabi tidak hanya dikenal karena cita rasanya yang khas, tetapi juga memuat nilai budaya yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Cirebon. Menurut dia, penyelenggaraan Festival Serabi yang digelar di Kecamatan Kesambi pada Sabtu (20/6) merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah menjaga warisan kuliner agar tetap dikenal dan relevan di tengah perkembangan zaman.
“Festival Serabi ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kekayaan kuliner tradisional. Serabi bukan hanya makanan khas, tetapi mengandung nilai kesabaran, ketekunan, dan kebersamaan,” kata Edo.
Ia menekankan, pelestarian kuliner tradisional dapat berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM di sektor kuliner. Edo menilai, ketika kuliner tradisional terus diperkenalkan dan dikembangkan, hal itu membuka ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing UMKM daerah.
Edo juga mengapresiasi inisiatif Kecamatan Kesambi yang menjadikan Festival Serabi sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-599 Cirebon. Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan kuliner tradisional masih memiliki ruang untuk terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat. “Saya mengapresiasi Kecamatan Kesambi yang mengangkat Festival Serabi sebagai kegiatan utama. Ini menunjukkan bahwa potensi kuliner lokal masih sangat kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Kesambi Eko Budiyanto mengatakan Festival Serabi merupakan yang pertama kali digelar di Kota Cirebon dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM. Ia menjelaskan serabi dipilih sebagai objek festival karena memiliki filosofi kehidupan yang dekat dengan nilai-nilai masyarakat, seperti kesabaran, kebersamaan, dan proses yang tidak instan.
“Serabi mengajarkan bahwa sesuatu yang sederhana bisa menjadi istimewa jika dibuat dengan ketekunan. Itu filosofi yang ingin kami angkat,” kata Eko.

