Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih berpotensi besar mendorong perputaran ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2026 yang digelar pada Selasa, 19 Mei 2026, di Gedung MWCNU Kecamatan Cisurupan. Kegiatan itu dihadiri sekitar 70 peserta. Dalam forum tersebut, pembahasan lebih banyak menyoroti persoalan Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN) serta perubahan desil bantuan sosial.
Subhan Fahmi mengatakan program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga dapat memberi dampak ekonomi bagi petani, pelaku UMKM, hingga usaha kecil di desa.
“Program Makan Bergizi Gratis ini jangan hanya dipandang dari sisi bantuan makanan saja, tapi juga bagaimana program ini mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal,” ujar Subhan Fahmi.
Ia menjelaskan, kebutuhan bahan pangan untuk pelaksanaan MBG dapat melibatkan masyarakat sekitar, mulai dari petani sayur, peternak, pedagang bahan pokok, hingga pelaku usaha kuliner lokal. Dengan keterlibatan tersebut, manfaat program dinilai tidak hanya dirasakan penerima bantuan, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat desa.
Selain MBG, ia juga menyoroti pentingnya pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai sarana penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Menurutnya, koperasi dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkuat usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan warga secara kolektif.
“Kopdes Merah Putih ini diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa, termasuk mendukung kebutuhan program-program pemerintah agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh warga,” katanya.
Dalam reses tersebut, masyarakat turut menyampaikan harapan agar pelaksanaan program-program pemerintah benar-benar melibatkan potensi lokal sehingga dapat menciptakan lapangan usaha dan meningkatkan pendapatan warga.
Subhan Fahmi menegaskan DPRD Kabupaten Garut akan terus mendorong agar program-program nasional yang masuk ke daerah dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

