BERITA TERKINI
Wabup Deli Serdang: Program Makan Bergizi Gratis Sejalan dengan Upaya Wujudkan Masyarakat Sehat

Wabup Deli Serdang: Program Makan Bergizi Gratis Sejalan dengan Upaya Wujudkan Masyarakat Sehat

Wakil Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Lom Lom Suwondo menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk mewujudkan masyarakat sehat melalui pemenuhan asupan gizi yang cukup. Ia berharap anak-anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing.

"Terlebih, pemkab juga memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat, tangguh, kompetitif serta mampu meningkatkan penghasilan melalui kerja dan produktivitas. Harapan kita, jangan ada lagi anak-anak kita sekolah dalam keadaan lapar. Mari kita bersatu. Mari kita sukseskan program itu," kata Lom Lom Suwondo di Lubuk Pakam, Rabu.

Ia menjelaskan, Deli Serdang merupakan kabupaten dengan wilayah luas dan jumlah penduduk besar, serta memiliki karakter geografis yang lengkap mulai dari pegunungan, dataran rendah, hingga pesisir pantai. Kondisi tersebut disebut menjadi tantangan sekaligus potensi besar dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi.

Saat ini, Deli Serdang telah memiliki sekitar 137 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah kabupaten, kata dia, akan terus mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat pencapaian target program.

Wabup juga memastikan pemerintah daerah melalui dinas terkait terus menjaga stabilitas ketahanan pangan, termasuk ketersediaan suplai bahan pangan untuk mendukung operasional dapur SPPG. "Kami optimis dapur SPPG di Deli Serdang dapat maksimal. Ini harus kita pastikan berjalan dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Kuali Merah Putih Pusat, Karolus Rogger Evantino, menyatakan pihaknya siap menjalankan program SPPG sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN). Ia juga menyebut pihaknya akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal.

Menurut Karolus, program MBG dapat memunculkan dampak ekonomi berantai karena bahan makanan seperti ayam dan sayur dapat dipenuhi dari pelaku usaha dan masyarakat setempat. "Ini bukan hanya soal asupan gizi, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar," katanya.

Karolus menambahkan, SPPG Hamparan Perak yang dikelola Yayasan Kuali Merah Putih Pusat menjadi dapur pertama yang menggunakan standar alat rapid tes makanan. Alat yang dibawa dari Jakarta itu digunakan untuk memastikan keamanan makanan sebelum disalurkan.

Ia menyebut alat tersebut dipakai untuk memastikan makanan bebas dari empat unsur berbahaya, yakni sianida, nitrat, boraks, dan formalin. "Ini untuk memastikan penerima manfaat, terutama anak-anak, tidak mengalami gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi makanan yang diproduksi," ujarnya.