BERITA TERKINI
Viral Seserahan Pernikahan Berisi Bumbu Dapur, Pasangan Ini Pilih Cara Sederhana agar Tak Mubazir

Viral Seserahan Pernikahan Berisi Bumbu Dapur, Pasangan Ini Pilih Cara Sederhana agar Tak Mubazir

Kisah pernikahan pasangan Yusri (35) dan Siti Masnida Abdul Malek (34) menjadi perbincangan di media sosial karena konsep seserahan yang tak biasa. Alih-alih barang pribadi bernilai tinggi, mempelai pria memberikan seserahan berupa bumbu dapur.

Dalam seserahan tersebut terdapat beragam kebutuhan memasak, mulai dari bawang putih, bawang merah, cabai, jeruk nipis, kunyit, santan instan kemasan, kecap, hingga bahan lainnya. Nida—sapaan Siti Masnida—mengatakan pilihan itu bukan karena keterbatasan biaya, melainkan agar barang yang diberikan tidak mubazir.

Menurut Nida, konsep seserahan bumbu dapur merupakan keputusan bersama dengan suaminya. Ia menyebut keduanya sebenarnya bisa mengikuti kebiasaan memberikan barang pribadi yang lebih mahal, tetapi mereka merasa sudah memiliki kebutuhan tersebut.

Nida juga mengaku gemar memasak dan terbiasa menyimpan bumbu dapur kering. Karena itu, seserahan berupa bahan masakan dinilai lebih bermanfaat untuk kehidupan setelah menikah.

Pernikahan tersebut digelar sederhana di kediaman Nida di Manchis, Bentong, Pahang, Malaysia. Nida memperlihatkan beberapa baki seserahan yang diisi aneka bahan seperti bawang, kentang, kunyit, lengkuas, serta baki lain berisi bubuk kari dan kecap. Ada pula baki berisi sarden, asam jawa, teh hijau, santan, rempah, minyak, dan tepung.

Untuk menekan biaya pernikahan yang berlangsung pada 31 Desember 2023, Nida tidak memesan jasa perias maupun fotografer profesional. Ia mendekorasi sendiri pelaminan dan seserahannya, sementara kebutuhan katering dibantu tetangga dan keluarga. Nida juga meminta bantuan teman-temannya yang memiliki keahlian merias dan memotret.

Nida menyebut total biaya pernikahan sekitar RM5.000 atau sekitar Rp16,7 juta. Ia menambahkan, pihak suami turut memberikan uang belanja untuk persiapan resepsi, termasuk pembelian barang seserahan sekaligus perlengkapan untuk memeriahkan acara.

Meski demikian, ide seserahan bumbu dapur sempat sulit diterima oleh kedua keluarga. Nida dan suaminya kemudian menjelaskan rencana kehidupan setelah menikah yang memerlukan banyak biaya. Setelah mendapat penjelasan, sebagian besar keluarga akhirnya menyetujui keputusan tersebut.

Nida mengatakan ia dan suaminya ingin menyisihkan uang untuk dana darurat serta berencana berbulan madu ke Sabah, Malaysia. Ia menegaskan bagi mereka yang terpenting adalah tidak berutang.

Kepada pasangan yang akan menikah, Nida menyarankan agar tidak memaksakan pesta besar yang menghabiskan banyak biaya. Menurutnya, mengubah pandangan bahwa pernikahan harus mewah dapat membantu menenangkan hati setelah acara, mengingat masih banyak pengeluaran yang perlu dipikirkan setelah berumah tangga.