BERITA TERKINI
Margarin Disebut Bisa Bantu Jernihkan Minyak Goreng Bekas Ikan, Ini Cara dan Catatannya

Margarin Disebut Bisa Bantu Jernihkan Minyak Goreng Bekas Ikan, Ini Cara dan Catatannya

Menggoreng ikan masih menjadi salah satu cara memasak yang paling umum di dapur rumah tangga. Prosesnya dinilai praktis dan hasilnya menggugah selera. Namun, persoalan sering muncul setelahnya: minyak goreng bekas ikan kerap berubah gelap dan berbau amis meski baru digunakan sekali, sehingga banyak orang memilih langsung membuangnya.

Padahal, minyak goreng bekas ikan disebut masih bisa “diselamatkan” dengan teknik penjernihan. Metode yang lebih dulu dikenal antara lain menggunakan larutan tepung terigu untuk membantu mengikat kotoran dan sisa partikel penggorengan, lalu disaring agar minyak tampak lebih bersih.

Belakangan, warganet juga membagikan alternatif lain, yakni memakai margarin. Cara ini dibagikan oleh pengguna TikTok @justmerisma, yang menunjukkan kondisi minyak bekas menggoreng ikan yang tampak hitam pekat dan beraroma amis, lalu mencoba menjernihkannya dengan margarin.

Langkah menjernihkan minyak goreng bekas ikan dengan margarin

Berikut tahapan yang dibagikan dalam unggahan tersebut:

1) Panaskan wajan dengan api kecil hingga sedang, lalu masukkan sejumlah margarin dan biarkan meleleh.

2) Setelah margarin cair, tuangkan minyak goreng bekas ke wajan. Aduk perlahan hingga tercampur rata.

3) Panaskan sebentar sambil terus diaduk. Ketika minyak terlihat lebih jernih, matikan api.

4) Tunggu hingga minyak benar-benar dingin, lalu saring menggunakan kain bersih atau saringan halus sebelum disimpan.

Alasan margarin dinilai dapat membantu penjernihan

Dalam penjelasan yang menyertai metode tersebut, margarin disebut mengandung lemak padat serta pengemulsi (emulsifier) seperti lesitin. Pengemulsi ini dinilai dapat membantu mengikat partikel kotoran yang tersuspensi dalam minyak—misalnya sisa bumbu, protein ikan, dan partikel gosong—sehingga kotoran lebih mudah mengumpul dan dipisahkan saat minyak didinginkan dan disaring.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memakai ulang minyak

Meski minyak tampak lebih jernih setelah proses penjernihan, ada sejumlah catatan yang disarankan untuk diperhatikan:

- Minyak yang sudah sangat gelap dan berbau tengik sebelum diproses sebaiknya tidak digunakan lagi karena dianggap telah rusak secara kimiawi dan tidak bisa dipulihkan hanya dengan penjernihan fisik.

- Pemakaian ulang minyak goreng disarankan dibatasi maksimal 2–3 kali untuk menjaga kualitas dan mengurangi risiko paparan senyawa hasil oksidasi.

- Simpan minyak dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk memperlambat oksidasi.

- Minyak yang sudah dipakai menggoreng ikan sebaiknya digunakan kembali untuk masakan sejenis. Untuk makanan yang membutuhkan minyak netral, sisa aroma ikan masih mungkin terdeteksi.

Panduan takaran dan penggunaan

Tidak ada takaran baku, namun sebagai panduan, satu sendok makan margarin disebut cukup untuk sekitar 300–500 ml minyak bekas. Metode ini juga disebut bisa diterapkan pada minyak bekas penggorengan lain, meski minyak bekas ikan umumnya lebih sulit ditangani karena cenderung meninggalkan bau dan partikel yang mudah gosong.

Catatan pembuangan minyak jelantah

Jika minyak sudah tidak layak pakai, minyak jelantah disarankan tidak dibuang ke saluran air atau tanah karena berpotensi mencemari lingkungan. Minyak dapat ditampung dalam wadah tertutup, seperti botol plastik bekas, lalu diserahkan ke tempat pengumpulan minyak jelantah yang tersedia di sejumlah lokasi.