BERITA TERKINI
Viral di Malaysia, Pasangan Pengantin Pilih Seserahan Bumbu Dapur dan Gelar Pernikahan Sederhana

Viral di Malaysia, Pasangan Pengantin Pilih Seserahan Bumbu Dapur dan Gelar Pernikahan Sederhana

Sepasang pengantin di Malaysia menjadi perbincangan di media sosial setelah memilih seserahan pernikahan yang tak biasa. Alih-alih barang pribadi bernilai tinggi, mereka menyiapkan seserahan berupa aneka bumbu dapur yang dinilai lebih terjangkau.

Pengantin perempuan, Siti Masnida Abdul Malek yang akrab disapa Nida, mengisi tujuh baki seserahan untuk mempelai pria dengan anggaran RM50 atau sekitar Rp167 ribu. Isi seserahan tersebut antara lain bawang putih, bawang merah, cabai, jeruk nipis, kunyit, santan instan kemasan, kecap, dan berbagai bumbu lainnya yang ditata rapi.

Pihak mempelai pria pun membalas dengan lima baki seserahan serupa, juga berisi bumbu dapur, dengan biaya RM85 atau sekitar Rp284 ribu. Nida mengatakan konsep seserahan bumbu dapur merupakan keputusan bersama dengan suaminya, Yusri (35). Nida mengaku gemar memasak dan terbiasa menyimpan bumbu dapur kering agar tidak terbuang.

Menurut Nida, mereka sebenarnya bukan tidak ingin mengikuti kebiasaan memberikan seserahan berupa barang pribadi yang lebih mahal. Namun, pasangan itu merasa sudah memiliki kebutuhan tersebut sehingga memilih sesuatu yang lebih fungsional.

Pernikahan Nida dan Yusri digelar secara sederhana di kediaman Nida di Manchis, Bentong, Pahang, Malaysia, pada 31 Desember 2023. Seserahan yang ditampilkan mencakup bawang, kentang, kunyit, lengkuas, bubuk kari, kecap, hingga bahan lain seperti sarden, asam jawa, teh hijau, santan, rempah, minyak, dan tepung.

Untuk menghemat biaya, Nida tidak memesan makeup artist dan fotografer profesional. Ia mendekorasi sendiri pelaminan dan seserahan, sementara kebutuhan katering dibantu tetangga serta keluarga. Nida juga meminta bantuan teman-temannya yang memiliki keahlian di bidang rias dan fotografi, termasuk memanfaatkan pengambilan gambar menggunakan ponsel.

Total biaya yang dikeluarkan untuk acara pernikahan tersebut disebut sekitar RM5.000 atau sekitar Rp16,7 juta. Sementara busana pengantin berupa baju Melayu dan baju kurung bernuansa putih dibeli di butik dengan harga kurang dari RM600 atau sekitar Rp2 juta.

Nida mengungkapkan, ide seserahan bumbu dapur sempat sulit diterima oleh kedua keluarga. Namun setelah pasangan itu menjelaskan rencana kehidupan setelah menikah yang membutuhkan banyak biaya, keluarga besar pada akhirnya menyetujui keputusan tersebut. Ia juga menyebut tetap mengabaikan kritik yang muncul.

Pasangan ini menyatakan ingin menyimpan uang untuk kebutuhan darurat dan berencana berbulan madu ke Sabah. Nida menegaskan bahwa yang paling penting bagi mereka adalah tidak berutang. Ia pun menyarankan pasangan lain agar tidak merasa harus menggelar pesta pernikahan mewah yang menghabiskan banyak biaya, mengingat masih banyak pengeluaran setelah menikah.