Pada 5 April di Taman Thong Nhat, Hanoi, Departemen Propaganda dan Mobilisasi Massa Pusat bersama Kementerian Kesehatan dijadwalkan menggelar pawai untuk meluncurkan Hari Kesehatan Nasional yang diperingati pada 7 April. Kegiatan ini mengusung tema “Pencegahan penyakit proaktif – Untuk Vietnam yang sehat”.
Dalam rangkaian acara tersebut, Institut Gizi Nasional menyiapkan sejumlah program untuk mendekatkan akses pengetahuan dan praktik gizi kepada masyarakat. Kegiatannya meliputi pemeriksaan dan konsultasi gizi gratis, kampanye edukasi dan komunikasi gizi, serta peluncuran aplikasi gizi pintar di platform seluler.
Penyelenggara menilai Vietnam tengah menghadapi tantangan kesehatan yang berdampak pada kualitas hidup dan sumber daya manusia. Dalam konteks ini, gizi yang tepat disebut sebagai “garis pertahanan pertama” bagi kesehatan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesempatan menilai status gizi secara benar dan belum mengetahui cara menyusun pola makan ilmiah sesuai kebutuhan serta kondisi kesehatan masing-masing. Karena itu, akses pada pengetahuan yang akurat dan saran yang dipersonalisasi dinilai semakin mendesak.
Di lokasi acara, Institut Gizi Nasional akan membuka empat klinik konsultasi gizi gratis yang ditangani ahli gizi dari berbagai bidang, yakni untuk anak-anak, orang dewasa, lansia, serta kelompok dengan penyakit kronis. Setiap klinik menerapkan prosedur standar, termasuk pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah. Dari hasil tersebut, peserta akan dinilai status gizinya, menjalani pemeriksaan, dan memperoleh saran diet yang sesuai.
Selain konsultasi, peserta juga akan diberikan contoh menu yang dapat diterapkan dalam konsumsi harian serta buku catatan gizi untuk menyimpan informasi perawatan diri dan mendukung pengelolaan kesehatan jangka panjang. Melalui pendekatan yang lebih personal, dokter dan ahli gizi akan membantu menyusun rencana perawatan kesehatan proaktif berdasarkan usia, kondisi fisik, dan kebutuhan aktual.
Institut Gizi Nasional menjelaskan, penilaian gizi berkala pada anak usia dini dan usia sekolah dapat membantu mengidentifikasi risiko stunting atau obesitas sehingga intervensi dapat dilakukan pada periode penting pertumbuhan. Sementara pada orang dewasa, konsultasi gizi diarahkan untuk menyesuaikan pola makan dan mencegah faktor risiko penyakit tidak menular yang kerap berkaitan dengan pola makan tidak sehat dan gaya hidup kurang aktif.
Untuk kelompok lansia, penyusunan menu khusus ditujukan membantu mengatasi masalah yang sering muncul seiring penuaan, seperti penurunan nafsu makan, gangguan pencernaan, penurunan berat badan, dan malnutrisi, termasuk pada mereka yang memiliki penyakit kronis. Upaya ini disebut bertujuan mengoptimalkan efektivitas pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup.
Selain layanan pemeriksaan dan konsultasi, kegiatan komunikasi gizi juga disiapkan melalui area pameran. Materi yang ditampilkan meliputi tujuh piramida gizi menurut kelompok usia, 10 kiat gizi sehat, serta panduan visual yang dirancang agar mudah diterapkan dalam pola makan sehari-hari.
Masyarakat juga akan dibimbing menggunakan aplikasi “Vietnamese Nutrition – VNeNutrition”, aplikasi seluler yang menyediakan fitur antara lain pengecekan nilai gizi masakan dan makanan, kebutuhan nutrisi, penilaian status gizi, serta rujukan contoh menu. Aplikasi ini ditujukan membantu pengguna mengetahui kandungan nutrisi dan energi dari makanan serta masakan yang dikonsumsi sehari-hari.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Institut Gizi Nasional menyampaikan pesan pencegahan penyakit proaktif yang dimulai dari pilihan nutrisi yang cerdas, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup menuju Vietnam yang lebih sehat.

