LEBAK—Sebuah video yang menampilkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, viral di media sosial pada Jumat, 23 Januari 2026. Video tersebut menuai sorotan karena memperlihatkan sajian makanan yang diduga belum layak konsumsi.
Dalam rekaman berdurasi sekitar 32 detik itu, terlihat seorang guru memecahkan telur mentah yang terdapat di dalam paket menu MBG. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi makanan yang dinilai tidak sesuai standar.
Berdasarkan isi video, menu MBG yang diterima siswa terdiri dari satu butir telur mentah, empat potong jagung mentah, tiga buah lengkeng, satu kotak susu, serta satu buah tahu matang. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelayakan dan proses penyajian makanan.
Video itu juga disertai komentar bernada kritik dari salah seorang guru. Ia mempertanyakan kesiapan penyedia MBG dalam menyajikan makanan siap santap bagi siswa di sekolah.
“Ini adalah menu MBG di SMA Negeri 1 Cigemblong, telurnya mentah, jagungnya mentah, masa kita harus masak sendiri, siswa harus masak sendiri di sekolah, dimana kompornya,” ujar guru tersebut dalam video.
Guru itu juga menilai pelaksanaan program MBG di sekolahnya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ia menyoroti kualitas menu yang diterima siswa dalam beberapa hari terakhir.
“Ngarang MBG nya inimah, harus ditutup MBG nya tidak bener ini caranya. Kemarin menu MBG asam, sekarang menu MBG mentah, ngaco ya,” katanya.
Viralnya video tersebut menyedot perhatian warganet. Sejumlah pihak meminta adanya evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG agar tujuan peningkatan gizi siswa dapat tercapai.
Menanggapi kejadian itu, Asep Royani selaku Kepala Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (SPPG BGN) Kabupaten Lebak membenarkan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026.
“Siap betul pak, sudah kami tindaklanjuti juga, Ka SPPG nya,” kata Asep saat dihubungi melalui telepon pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Asep menambahkan pihak dapur telah berkoordinasi dengan BGN Lebak untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. “Sudah memberikan konfirmasi terkait hal tersebut,” ujarnya.

