BERITA TERKINI
Usaha Rumahan Buncis di Jambi Kembangkan Bolen Pisang dan Dimsum Mentai Premium

Usaha Rumahan Buncis di Jambi Kembangkan Bolen Pisang dan Dimsum Mentai Premium

Berawal dari kegemaran mengolah hidangan manis di dapur rumah, Yulia, pemilik produk kuliner rumahan berlabel Buncis, mengembangkan usahanya di Kota Jambi melalui olahan bolen pisang dan dimsum mentai. Usaha ini mulai dirintis pada akhir 2020, di tengah pandemi COVID-19, sempat vakum karena fokus pada pekerjaan utama, lalu kembali dijalankan secara konsisten sejak 2025.

Yulia menjelaskan, nama “Buncis” memiliki makna personal. Menurutnya, “Bun” merupakan singkatan dari Bunda, panggilan sehari-hari di rumah, sementara “cheese” merujuk pada keju. Ia menyebut penamaan tersebut dipilih karena sederhana dan mudah diingat. “Jadi kalau Bun itu singkatan dari Bunda, panggilan saya sehari-hari di rumah. Terus kalau cheese itu keju. Filosofinya, selain simpel, kalau kita nyebutin buncis itu kan gampang dan pasti wajah kita senyum,” ujar Yulia, Senin, 21 September 2026.

Dalam menjaga mutu, Yulia mengaku selektif memilih bahan baku segar dan premium. Pisang yang digunakan diolah dari perkebunan lokal di Tangkit, Jambi. Sementara untuk dimsum mentai, ia menggunakan paha ayam segar. Yulia menekankan pengawasan kualitas sejak tahap awal produksi serta konsistensi resep agar rasa tetap terjaga. “Dari awal pemilihan sampai jadi dimsam itu proses pengawasan mutunya sangat saya jaga. Saya konsisten menggunakan bahan dan resep yang sama agar rasanya tidak berubah,” katanya.

Proses pengembangan usaha juga diwarnai tantangan pemasaran. Yulia memulai penjualan dengan sistem open order melalui media sosial, kemudian mencoba berjualan langsung di area Car Free Day (CFD) Kota Jambi untuk memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas. Ia menilai pengalaman berjualan offline memberikan pelajaran berbeda dibanding melayani pesanan online. “Pada saat kita memutuskan jualan langsung offline, kita harus belajar bedanya dengan pesanan online. Saya sudah siapkan mental supaya jangan sedih, terpuruk, atau putus asa. Harus tetap konsisten dan kreatif mencari jalan keluar,” tuturnya.

Ke depan, Yulia berharap Buncis dapat terus berkembang hingga memiliki toko fisik sendiri. Ia juga ingin usahanya memberi dampak sosial dengan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Kepada masyarakat yang baru ingin merintis usaha, Yulia berpesan agar tidak ragu memulai dan terus belajar. “Setiap awal langkah pasti ada rasa takut dan itu wajar. Tapi diawali dengan niat yang baik, karena niat baik akan memberikan energi positif. Jangan ragu, tapi kita juga harus terus belajar ilmunya,” ujarnya.