Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak generasi muda untuk menjajaki bisnis waralaba sebagai salah satu pilihan memulai usaha. Menurutnya, model waralaba dapat memudahkan pelaku usaha pemula karena sistem bisnisnya sudah tersedia dan siap dijalankan.
Ajakan tersebut disampaikan Budi saat membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) ke-27 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Kosambi, Tangerang, Jumat (9/10). Dalam kegiatan itu, ia didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan.
“Model bisnis waralaba dapat membantu pemula untuk belajar mengelola usaha melalui alur bisnis yang telah teruji. Generasi muda yang ingin memulai usaha dapat memilih bisnis waralaba karena sistem bisnisnya sudah tersedia dan tinggal dijalankan,” kata Budi.
Budi menilai Indonesia memiliki banyak produk lokal yang berpotensi dikembangkan melalui skema waralaba. Sejumlah usaha kuliner, mulai dari bakso hingga soto, disebut telah mengadopsi model tersebut. Ia menekankan pentingnya penguatan promosi waralaba lokal agar semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing dengan waralaba asing.
Ia juga menyampaikan bahwa peluang pengembangan waralaba tidak terbatas pada pasar domestik. Kementerian Perdagangan mendorong ekspansi bisnis kuliner Indonesia ke luar negeri melalui program Rasa Rempah Indonesia atau S’RASA bersama sejumlah kementerian terkait. Program ini didukung 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara, termasuk atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).
“Perwadag RI yang tersebar di 33 negara turut kami tugaskan untuk mengembangkan potensi waralaba Indonesia di pasar-pasar negara tujuan ekspor kita,” ujar Budi.
Selain itu, Budi mengajak pelaku usaha waralaba dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan program fasilitasi ekspor Kemendag, salah satunya melalui penjajakan bisnis (business matching). Dalam skema ini, pelaku usaha mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan yang kemudian membantu mencarikan calon pembeli di pasar internasional.
Budi menyebut, sepanjang 2025 Kemendag telah menyelenggarakan 622 sesi business matching dengan nilai transaksi ekspor mencapai USD 134,87 juta. Adapun pada periode Januari—Agustus 2026, jumlahnya meningkat menjadi 711 sesi dengan nilai transaksi mencapai USD 346,99 juta.
Ia juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 untuk memperluas jaringan bisnis dan menjajaki peluang ekspor. Pameran itu dijadwalkan berlangsung pada 14—18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Salah satu fitur yang ditonjolkan adalah zona khusus kopi, teh, dan kakao (Zona KoTeKa) untuk mempromosikan produk pertanian unggulan Indonesia kepada pembeli internasional.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit menilai keberhasilan industri waralaba tidak hanya diukur dari pertumbuhan jumlah merek atau gerai. Menurutnya, indikator lain yang penting adalah kontribusi dalam menciptakan wirausaha baru, membuka lapangan kerja, serta memperluas keterlibatan UMKM dalam rantai pasok.
Levita menegaskan WALI berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk membangun ekosistem waralaba nasional yang berdaya saing. “WALI siap untuk terus menjadi mitra strategis dan konstruktif bagi pemerintah dalam membangun ekosistem waralaba nasional yang sehat, profesional, transparan, dan berdaya saing tinggi. Waralaba tumbuh karena adanya kepercayaan yang diwujudkan melalui sistem yang baik, keterbukaan, kepastian hukum, dan komitmen untuk tumbuh bersama,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Juan Permata Adoe, turut menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing serta memperluas akses pasar ekspor. Ia mengapresiasi peran Kemendag dalam membuka peluang perdagangan internasional, termasuk melalui perundingan perjanjian perdagangan Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA).
Juan berharap dukungan pemerintah terhadap pengembangan dunia usaha terus berlanjut. “Kami berharap dukungan pemerintah terus berlanjut agar ekonomi dan bisnis Indonesia dapat naik kelas. Tidak hanya UMKM yang naik kelas, tetapi juga dunia usaha secara keseluruhan sehingga mampu bersaing di tingkat global,” kata Juan.