BERITA TERKINI
Upaya Pelestarian Kuliner Tradisional Bengkulu Diangkat dalam Siaran Suara Budaya Nusantara

Upaya Pelestarian Kuliner Tradisional Bengkulu Diangkat dalam Siaran Suara Budaya Nusantara

Kekayaan kuliner Bengkulu menjadi sorotan dalam program siaran berjaringan Suara Budaya Nusantara bersama RRI Bengkulu yang mengudara pada Jumat, 2 Oktober 2026. Program interaktif tersebut mengangkat tema pelestarian budaya daerah melalui resep kuliner tradisional, di tengah kekhawatiran memudarnya makanan warisan leluhur akibat tren makanan instan.

Dalam siaran itu, Feby Prapitasari selaku narasumber utama sekaligus penulis proyek pelestarian budaya menjelaskan perbedaan pendekatan gastronomi dan kuliner. Menurutnya, gastronomi tidak hanya membahas soal rasa, tetapi juga mengajak masyarakat memahami sejarah, filosofi, serta asal-usul sebuah hidangan tradisional. Pemahaman tersebut dinilai dapat membuat aktivitas menikmati makanan melampaui sekadar pemenuhan kebutuhan, sekaligus menumbuhkan penghargaan terhadap nilai budaya yang terkandung di setiap sajian.

Feby juga memaparkan proyek pelestarian yang diberi tajuk Ngidang Betua, yang ia jelaskan bermakna menghidangkan sesuatu yang bernilai. Melalui proyek itu, ia bersama tim berfokus mendokumentasikan resep-resep tradisional yang terancam punah dari berbagai wilayah di Bengkulu.

Riset dilakukan dengan melibatkan empat maestro kuliner lokal dari Kaur, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, dan Kota Bengkulu. Sejumlah menu khas turut diangkat dalam pendokumentasian tersebut, di antaranya bagar hiu dan sambua tepe, sebagai bagian dari upaya memperkaya khazanah kuliner Nusantara.

Hasil kerja pelestarian itu diwujudkan dalam bentuk buku digital serta dokumentasi film. Dokumentasi audiovisual diharapkan dapat membangkitkan memori kolektif sekaligus mendorong masyarakat untuk kembali mengenal dan mencintai warisan kuliner leluhur. Karya tersebut juga ditujukan agar dapat diakses lebih luas oleh berbagai pihak yang ingin mempelajari ragam kuliner Bengkulu.

Program pelestarian ini disebut melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk budayawan, akademisi, dan lembaga penyiaran publik. Pendokumentasian dilakukan secara sistematis di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, disertai kegiatan sosialisasi dan riset yang melibatkan para maestro kuliner setempat.

Melalui pengenalan gastronomi lokal, pelestarian makanan tradisional dinilai dapat memperkuat identitas budaya masyarakat di tengah modernisasi. Harapannya, kuliner khas Bengkulu dapat terus lestari dan semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.