BERITA TERKINI
UNP Dampingi Warga Nagari Maninjau Kembangkan Hilirisasi Kuliner Lokal Lewat Pendekatan OVOP

UNP Dampingi Warga Nagari Maninjau Kembangkan Hilirisasi Kuliner Lokal Lewat Pendekatan OVOP

Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan pendampingan pengembangan produk unggulan daerah melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Hilirisasi Produk Kuliner Lokal Nagari Maninjau dengan Pendekatan One Village One Product (OVOP) untuk Pemberdayaan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat. Hasil program tersebut didiseminasikan dalam Focus Group Discussion (FGD) di Premier Basko Hotel Padang, Kamis (11/6/2026).

Program pengabdian ini didanai pemerintah melalui Program Equity Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan diketuai Prof. Dr. Yuliana, S.P., M.Si. bersama tim dosen UNP. Melalui kegiatan tersebut, UNP mendampingi masyarakat Nagari Maninjau untuk mengembangkan dan menghilirisasikan produk kuliner lokal agar memiliki nilai tambah, daya saing, dan nilai ekonomi yang lebih tinggi, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Kerjasama, Reputasi, dan Internasionalisasi UNP, Prof. Rusnardi Rahmat Putra, Ph.D.Eng., menyampaikan program tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan hasil penelitian dan kajian akademik untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menekankan hasil penelitian dosen tidak semestinya berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan perlu diterapkan agar memberi manfaat langsung.

“Program ini bertujuan agar hasil penelitian dan kajian dosen dapat memberikan dampak kepada masyarakat. Melalui pengabdian seperti ini, berbagai potensi yang dimiliki masyarakat dapat dikembangkan sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih baik,” ujar Rusnardi.

Ia juga menjelaskan Program Equity LPDP dirancang untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian yang berdampak langsung. Selain membantu masyarakat, program ini disebut menjadi bagian dari upaya peningkatan reputasi perguruan tinggi di tingkat internasional.

Sementara itu, Ketua Pelaksana FGD, Prof. Dr. Siti Fatimah, M.Pd., M.Hum., mengatakan tim pengabdian UNP telah melakukan berbagai pendampingan kepada masyarakat Nagari Maninjau untuk mengembangkan produk kuliner lokal yang menjadi ciri khas daerah. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan OVOP, yakni pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal yang memiliki identitas khas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami melihat produk kuliner lokal Maninjau memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah. Karena itu, berbagai kegiatan pendampingan dilakukan agar produk tersebut memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Siti Fatimah.

Dalam forum diseminasi tersebut, tim pengabdian turut mengundang berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap hasil program. Masukan itu diharapkan memperkuat strategi pengembangan produk kuliner lokal ke depan. Siti Fatimah menambahkan, keberhasilan pengembangan produk unggulan daerah memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, media, hingga masyarakat.

FGD menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah, legislatif, dan praktisi, antara lain Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP Prof. Dr. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.D., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat Dr. Endrizal, S.E., M.Si., anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Dr. Ir. H. Indra Catri, M.T., Datuak Malako Nan Putiah, serta praktisi kuliner Malaysia Chef Yusof yang mengikuti kegiatan secara daring.

Melalui program ini, UNP berharap produk kuliner khas Nagari Maninjau tidak hanya dikenal sebagai kekayaan budaya lokal, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Program ini juga dikaitkan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan, yakni SDG 1, SDG 8, SDG 9, dan SDG 17.