BERITA TERKINI
UMS Diseminasikan Modul Gizi dan Kesehatan untuk Siswa SD Kelas 1–6 di Surakarta

UMS Diseminasikan Modul Gizi dan Kesehatan untuk Siswa SD Kelas 1–6 di Surakarta

Pusat Studi School Nutrition Health Movement (SNHM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar diseminasi hasil Riset Hilirisasi Nasional 2025 SINERGI skema Hilirisasi Inovasi Sosial berupa modul gizi dan kesehatan untuk siswa sekolah dasar kelas 1 hingga 6. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah dan diikuti 204 sekolah dasar di Kota Surakarta, Selasa (16/12).

Riset pengembangan modul ini berawal dari pendanaan riset fundamental sejak 2021. Pada tahun ini, program tersebut memperoleh pendanaan melalui riset prioritas nasional 2025 untuk skema hilirisasi inovasi sosial.

Ketua tim peneliti sekaligus Ketua SNHM UMS, Setyaningrum Rahmawaty, M.Kes., Ph.D., mengatakan agenda SNHM berkolaborasi dengan UNESCO Chair Global Health and Education, yang disebut sebagai pionir Health Promoting School secara global di bawah WHO. Menurutnya, salah satu visi yang ditekankan adalah kesehatan sebagai hak setiap anak.

“Jadi anak haknya bukan hanya makan, minum, dapat membaca, menulis, tidak. Tapi dia harus bisa sehat dan upaya untuk dia bisa sehat itu harus diedukasi,” ujar Setyaningrum Rahmawaty yang akrab disapa Emma.

Emma menambahkan, UNESCO Chair Global Health and Education mendukung agar Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dapat dimasukkan ke dalam kurikulum. Ia menilai UKS tidak cukup hanya disisipkan dalam mata pelajaran tertentu, melainkan perlu diintegrasikan lebih menyeluruh agar pembentukan karakter hidup sehat dapat dimulai sejak dini.

Melalui diseminasi ini, SNHM UMS berharap modul gizi dan kesehatan dapat diimplementasikan tidak hanya di Surakarta, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia untuk mendukung pelaksanaan UKS sebagai program nasional dalam upaya mengatasi persoalan gizi dan kesehatan pada anak sekolah.

Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan pandangan bahwa kesehatan anak merupakan fondasi penting bagi pembangunan Indonesia ke depan. Ia menyinggung proyeksi bonus demografi pada 2045, ketika jumlah penduduk usia produktif diperkirakan lebih besar dibanding usia nonproduktif.

Supriyono menekankan perlunya persiapan agar bonus demografi benar-benar menjadi keuntungan. “Jangan sampai menjadi bukan bonus demografi tetapi disaster demografi. Nah ini menjadi kesehatan anak yang saat ini di usia-usia anak, tahun 2045 itu akan menjadi generasi-generasi penerus kita,” paparnya.

Ia juga menyatakan SNHM UMS ingin berkontribusi dalam menyiapkan generasi penerus yang sehat dan cerdas melalui upaya penguatan modul gizi dan kesehatan anak.

Salah satu sekolah yang telah menerapkan modul tersebut adalah SD Alam Surya Mentari. Kepala Sekolah Dwi Suparwanto, S.Pd., menyebut pihaknya merasakan perubahan setelah menggunakan modul gizi dan kesehatan dari SNHM.

“Alhamdulillah, untuk dampak yang kami rasakan di sekolah kami adalah kami betul-betul merasakan perubahan-perubahan yang nyata dari kegiatan-kegiatan anak yang ada modul gizi kesehatan yang sudah dibuat dari SNHM,” ujarnya.

Menurut Dwi, kegiatan sekolah terkait gizi dan kesehatan mulai lebih terjaga, antara lain melalui penataan kantin dan penyediaan menu makanan yang lebih sehat. Ia juga menyebut pemahaman tentang gizi seimbang tidak hanya meningkat pada siswa, tetapi juga pada guru dan orang tua.