Pengelolaan stok menjadi salah satu kunci keberlangsungan usaha kuliner, terutama bagi pelaku UMKM yang harus berhadapan dengan permintaan pasar yang berubah-ubah. Strategi produksi yang tepat diperlukan agar kebutuhan konsumen tetap terpenuhi tanpa menimbulkan kekurangan barang.
Pelaku UMKM “Lauknya Nusantara”, Devita Mardiana, mengatakan pihaknya menerapkan sistem produksi berkala untuk menjaga ketersediaan produk. Ia menyebut proses produksi dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali, kemudian hasilnya disiapkan sebagai stok. “Kami biasanya produksi per dua minggu dan langsung stok agar tidak kehabisan saat ada pesanan,” ujar Devita dalam dialog UMKM Bicara Pro1 Samarinda, dikutip Kamis, 30 April 2026.
Menurut Devita, sebagian besar produk biasanya tersedia dalam kondisi siap jual. Langkah ini dilakukan agar pelanggan dapat membeli dengan cepat tanpa harus menunggu proses produksi. “Alhamdulillah produk kami selalu ready, jadi pelanggan bisa langsung membeli tanpa menunggu lama,” katanya.
Meski demikian, Devita mengakui lonjakan permintaan dari luar kota kerap menjadi tantangan, terutama ketika pesanan datang dalam jumlah besar untuk produk sambal pecel dan risol. Kondisi tersebut dapat membuat stok yang telah disiapkan lebih cepat habis. “Kadang ada pesanan dari luar kota dalam jumlah besar, sehingga stok kami cepat habis,” ucapnya.
Ketika stok menipis atau habis, Devita menyebut pihaknya biasanya membuka sistem pre-order (PO) untuk melayani pelanggan di Samarinda. Skema ini dinilai membantu produksi tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan kualitas. “Setelah stok habis, kami biasanya membuka PO untuk pelanggan di Samarinda,” ujarnya.
Dalam proses produksi, Devita juga menekankan pentingnya kesiapan bahan baku dan bumbu sejak awal. Ia mengatakan bumbu dan rempah disiapkan setiap produksi agar proses pembuatan bisa berlangsung lebih cepat dan efisien. “Bumbu dan rempah sudah kami siapkan setiap produksi, jadi tinggal menyiapkan bahan utama dan langsung diproses,” kata Devita.
Selain aspek produksi, Devita menyampaikan usahanya turut memberi dampak sosial melalui pelibatan keluarga dan warga sekitar. Ia mengatakan kegiatan produksi melibatkan ibu, dirinya, adik, hingga tetangga di lingkungan sekitar. “Keterlibatan keluarga pasti ada, mulai dari ibu, saya, adik, hingga tetangga sekitar,” ucapnya.
Ia menambahkan, usaha tersebut juga membuka peluang kerja bagi warga yang membutuhkan. Devita menyebut pihaknya melibatkan warga sekitar dan mahasiswa untuk membantu, baik dalam produksi maupun pengantaran. “Kami juga melibatkan warga sekitar dan mahasiswa untuk membantu, baik dalam produksi maupun pengantaran,” ujarnya.
Devita berharap usaha yang dijalankannya dapat terus berkembang sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan. “Alhamdulillah usaha ini bisa membantu dan memberdayakan masyarakat sekitar,” ucapnya.

