BERITA TERKINI
UMKM Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi Pekanbaru, Pemko Nilai Daya Beli Warga Masih Terjaga

UMKM Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi Pekanbaru, Pemko Nilai Daya Beli Warga Masih Terjaga

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di bidang kuliner, dinilai terus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Kota Pekanbaru. Berkembangnya usaha makanan dan minuman lokal disebut mendorong perputaran uang serta menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap tumbuh positif.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyebut hasil survei yang dilakukan sepanjang 2025 hingga 2026 menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan perputaran uang di Pekanbaru meningkat dibandingkan sejumlah daerah lain di Sumatra. Survei tersebut dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan ekonomi daerah sekaligus mengidentifikasi sektor yang memberikan kontribusi terbesar.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, peningkatan tersebut salah satunya didorong berkembangnya UMKM, khususnya usaha kuliner yang kian diminati masyarakat. Beragam makanan khas Pekanbaru disebut memiliki daya tarik tersendiri dan ikut menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Hasil survei yang kami lakukan menunjukkan bahwa Pekanbaru mengalami peningkatan perekonomian dan perputaran uang yang cukup baik dibandingkan sejumlah kabupaten dan kota lainnya, baik di Provinsi Riau maupun di berbagai daerah di Sumatra,” ujar Agung di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Agung, tingginya minat masyarakat terhadap kuliner lokal membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM. Dampaknya, aktivitas ekonomi di berbagai kawasan kota ikut meningkat.

Selain sektor kuliner, kegiatan olahraga, hiburan, dan penyelenggaraan berbagai event juga disebut memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Meski demikian, sektor kuliner dinilai tetap menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemko Pekanbaru juga mencatat perbedaan kondisi dengan sejumlah daerah lain. Di beberapa kota, aktivitas rumah makan dan kafe masih relatif sepi, sedangkan di Pekanbaru pertumbuhan usaha kuliner disebut terus meningkat dengan jumlah pengunjung yang semakin ramai.

Fenomena menjamurnya kafe, kedai kopi, dan rumah makan yang dipadati pengunjung dinilai menjadi indikator daya beli masyarakat Pekanbaru masih terjaga. Di sejumlah lokasi, pengunjung bahkan disebut harus menunggu karena terbatasnya tempat duduk.

“Kami melihat banyak kafe, kedai kopi, dan rumah makan yang terus berkembang di Pekanbaru. Bahkan, sejumlah lokasi cukup sulit mendapatkan tempat duduk karena tingginya jumlah pengunjung. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan dengan baik,” kata Agung.

Melihat tren tersebut, Pemko Pekanbaru menyatakan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan UMKM melalui program pembinaan, promosi produk lokal, kemudahan perizinan usaha, hingga penyelenggaraan event yang diharapkan menarik kunjungan masyarakat dan wisatawan.

Pemerintah menilai penguatan UMKM tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat fondasi perekonomian daerah secara berkelanjutan. “UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Kami akan terus mendorong pertumbuhan sektor ini agar mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat perekonomian Kota Pekanbaru secara berkelanjutan,” tutup Agung.