Pepaya dikenal sebagai tanaman tropis yang mudah dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Selain buahnya yang umum dikonsumsi, bunga pepaya juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan masakan. Meski pengolahan daun pepaya lebih familiar bagi sebagian orang, bunga pepaya disebut menyimpan sejumlah kandungan nutrisi yang dinilai bermanfaat bagi kesehatan.
Hayah (53), ibu rumah tangga asal Wonosobo, mengatakan sayur bunga pepaya menjadi salah satu menu andalan keluarganya karena bahannya mudah didapat dan cara memasaknya praktis. Ia menyebut biasanya memetik bunga dari pohon pepaya jantan. “Iya, sesekali masak menu tersebut karena mudah dapat bahannya. Terus ambil bunga pohon pepaya yang jantan,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (7/6).
Menurut Hayah, pemilihan bunga dari pohon jantan dilakukan agar produktivitas buah tetap terjaga. Ia menilai memetik bunga dari pohon betina kurang tepat karena berpotensi mengorbankan buah yang seharusnya tumbuh. “Kalau bunga yang betina, kan diambil buahnya (sayang). Jadi petik dari pohon jantan,” katanya.
Secara umum, pepaya dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan organ reproduksi atau jenis bunga yang dihasilkannya. Pohon pepaya jantan biasanya tidak menghasilkan buah untuk dikonsumsi; jika berbuah, ukurannya kecil dan tidak layak makan sehingga bunganya lebih sering dimanfaatkan sebagai sayuran. Pohon pepaya betina menghasilkan buah bulat atau agak lonjong dengan daging tebal dan rongga biji besar, namun membutuhkan penyerbukan dari pohon lain. Sementara pepaya hermafrodit dapat melakukan penyerbukan sendiri dan menghasilkan buah lonjong memanjang seperti pir, berdaging tebal, dengan rongga biji kecil yang banyak diminati di pasaran.
Selain dimanfaatkan sebagai bahan pangan, konsumsi bunga pepaya jantan juga disebut memiliki potensi manfaat kesehatan. Mengacu pada keterangan dari laman Vinmec Healthcare System, bunga pepaya jantan dikaitkan dengan upaya membantu menjaga stabilitas kadar gula darah. Bunga ini juga disebut kaya antioksidan yang berperan menangkal radikal bebas sehingga membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
Masih dari rujukan yang sama, bunga pepaya jantan juga dikaitkan dengan kesehatan jantung dan kelancaran peredaran darah, termasuk membantu meminimalkan risiko penumpukan kolesterol jahat. Selain itu, bunga pepaya jantan kerap digunakan dalam program penurunan berat badan dan disebut berkontribusi positif terhadap metabolisme serta kesehatan sistem pernapasan.
Untuk pengolahan, Hayah membagikan resep tumis bunga pepaya yang telah ia praktikkan sekitar 17 tahun. Ia menyebut keluarganya menyukai hidangan ini karena perpaduan rasa pahit yang samar dengan bumbu gurih dan pedas.
Bahan: 250 gram bunga pepaya segar yang sudah disiangi; air secukupnya untuk merebus; sedikit tanah liat atau lempung (opsional) untuk membantu mengurangi pahit; serta 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis.
Bumbu: 5 siung bawang merah dan 3 siung bawang putih (iris tipis); 5 cabai rawit (sesuaikan selera); 2 cabai merah besar (iris serong); 1 ruas kecil jahe (memarkan lalu iris tipis); 2 lembar daun salam; 1 tomat merah (potong-potong); gula, garam, dan penyedap secukupnya.
Cara membuat: Bunga pepaya dibersihkan, lalu direbus dengan air dan sedikit tanah liat hingga empuk dan rasa pahitnya berkurang. Setelah itu, bunga ditiriskan dan dibilas dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa tanah. Minyak dipanaskan, kemudian bawang merah, bawang putih, jahe, dan daun salam ditumis hingga harum. Cabai rawit dan cabai merah dimasukkan dan diaduk hingga layu. Bunga pepaya rebus kemudian ditambahkan dan diaduk hingga bumbu merata. Terakhir, masukkan tomat, gula, garam, dan penyedap, lalu aduk hingga bumbu meresap. Koreksi rasa dan masak sebentar hingga matang sebelum disajikan.
Hayah menambahkan, bunga pepaya yang sudah direbus tidak hanya bisa ditumis. Bahan ini juga dapat diolah menjadi sayur berkuah dengan tambahan santan atau kaldu untuk variasi rasa.
Dalam praktik sehari-hari, bunga pepaya jantan lebih sering dipilih karena pohon jantan umumnya tidak menghasilkan buah konsumsi, sehingga pemetikan bunga tidak mengganggu produksi buah dari pohon betina atau hermafrodit. Sementara untuk mengurangi rasa pahit, cara tradisional yang kerap digunakan adalah merebus bunga pepaya bersama sedikit tanah liat atau lempung khusus masak.

