BERITA TERKINI
Tujuh Tren Makanan Era 2010-an yang Kini Dianggap Meredup

Tujuh Tren Makanan Era 2010-an yang Kini Dianggap Meredup

Tren makanan terus berubah mengikuti selera konsumen dan pengaruh media sosial. Sejumlah menu yang sempat populer pada awal 2010-an kini dinilai tak lagi menjadi primadona.

Pembahasan soal tren yang meredup ini ramai muncul di forum online Reddit, setelah seorang pengguna menanyakan tren makanan apa saja yang dianggap “sudah mati” atau tidak lagi populer. Warganet dari berbagai negara pun ikut menanggapi, mulai dari makanan manis hingga gaya penyajian yang dahulu kerap viral.

Dilansir dari AOL (30/03/2026), berikut tujuh tren makanan era 2010-an yang kini dinilai mulai ditinggalkan.

1. Cake pops
Cake pops sempat menjadi salah satu camilan paling populer di awal 2010-an. Bentuknya kecil, berwarna-warni, dan mudah difoto, sehingga cepat menyebar di media sosial seperti Instagram dan Pinterest. Popularitasnya juga terdongkrak setelah diperkenalkan blogger makanan Bakerella dan dipasarkan luas oleh Starbucks. Namun kini, tren cake pops disebut meredup. Sejumlah warganet menilai cake pops masih diminati, tetapi lebih banyak digemari anak-anak dan tidak lagi menjadi tren besar seperti sebelumnya.

2. Saus sriracha
Saus sriracha asal Thailand pernah menjadi bumbu yang sangat populer di restoran dan dapur rumahan. Pada awal 2010-an, saus ini kerap digunakan sebagai campuran mayones, saus burger, hingga topping makanan cepat saji. Meski begitu, warganet menilai pamornya kini tak sebesar dulu. Namun, banyak yang sepakat sriracha tidak benar-benar hilang karena masih dikonsumsi sebagai pelengkap makanan sehari-hari, hanya saja tidak lagi viral.

3. Makanan serba gluten-free
Pada awal hingga pertengahan 2010-an, label gluten-free banyak ditempelkan pada berbagai produk, termasuk pada makanan yang pada dasarnya memang tidak mengandung gluten. Tren ini muncul seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan pola makan khusus. Seiring waktu, pemahaman publik dinilai berubah: diet bebas gluten dianggap terutama penting bagi penderita penyakit celiac atau intoleransi gluten, bukan untuk semua orang. Produk gluten-free masih tersedia, tetapi tidak lagi dipromosikan secara besar-besaran seperti satu dekade lalu.

4. Gerai frozen yogurt
Gerai frozen yogurt atau froyo sempat menjamur di berbagai kota besar, termasuk di Indonesia, terutama pada awal 2010-an. Konsep memilih topping sendiri membuatnya cepat digemari, khususnya di kalangan anak muda. Kini, tren tersebut dinilai menurun. Warganet mengaku masih menyukai frozen yogurt, tetapi jumlah gerainya jauh berkurang dibandingkan dulu. Sebagian menilai meredupnya froyo juga dipengaruhi hadirnya pilihan dessert lain yang dianggap lebih menarik.

5. Minuman dalam mason jar
Mason jar pernah menjadi simbol penyajian minuman “kekinian” di kafe dan restoran. Wadah kaca ini dianggap estetik dan cocok difoto untuk media sosial pada era 2010-an. Namun, tren itu dinilai sudah berakhir. Sejumlah warganet menilai mason jar lebih tepat digunakan untuk menyimpan makanan seperti acar atau selai, bukan sebagai gelas minum. Selain dinilai kurang praktis, bagian tutupnya juga disebut sulit dibersihkan.

6. Makanan “freak food”
Tren “freak food” atau makanan ekstrem sempat meramaikan media sosial, biasanya lewat tampilan berlebihan seperti milkshake raksasa penuh topping atau burger berukuran tidak wajar. Tujuannya menarik perhatian dan menghasilkan foto yang mencolok untuk diunggah. Kini, tren itu dianggap memudar. Warganet menilai makanan semacam ini memang menarik secara visual, tetapi tidak praktis untuk disantap dan terasa terlalu berlebihan.

7. Cupcake
Cupcake juga pernah menjadi tren besar pada awal 2010-an. Saat itu, banyak toko khusus cupcake bermunculan dengan ragam rasa dan dekorasi. Cupcake bahkan sempat digunakan sebagai pengganti kue ulang tahun maupun kue pernikahan. Namun, warganet menilai popularitasnya kini menurun. Sebagian menilai cupcake modern cenderung terlalu manis dan harganya relatif mahal. Meski masih mudah ditemukan di toko kue, cupcake disebut tidak lagi sepopuler dulu, seiring preferensi yang bergeser ke dessert yang lebih sederhana dan praktis.