BERITA TERKINI
Mengenal Tren ‘Barbie Drug’ di TikTok: Apa Itu Melanotan II dan Risikonya

Mengenal Tren ‘Barbie Drug’ di TikTok: Apa Itu Melanotan II dan Risikonya

Tren yang dijuluki “barbie drug” belakangan ramai dibicarakan di TikTok. Istilah ini merujuk pada Melanotan II, zat buatan yang diklaim dapat membuat kulit tampak lebih gelap atau “tan” dengan cepat. Namun, Melanotan II bukan produk kosmetik penggelap kulit biasa dan penggunaannya dinilai berisiko bagi kesehatan.

Berbeda dari self-tanner topikal seperti losion, mousse, atau spray tan yang diaplikasikan di permukaan kulit, Melanotan II bekerja dari dalam tubuh, terutama jika digunakan melalui suntikan atau dihirup lewat hidung. Zat ini merangsang sel pigmen kulit untuk menghasilkan lebih banyak melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada kulit.

Sejumlah otoritas dan lembaga kesehatan menegaskan bahwa Melanotan II dalam bentuk nasal spray maupun suntikan tidak aman digunakan karena belum diuji secara memadai dari sisi keamanan, kualitas, dan efektivitas. Di beberapa negara, produk tanning yang mengandung melanotan juga tidak disetujui untuk digunakan sebagai agen penggelap kulit.

Efek samping dan risiko kesehatan

Efek samping yang sering dilaporkan meliputi sakit kepala, mual, muntah, penurunan nafsu makan, wajah kemerahan, serta perubahan pigmentasi. Dalam jangka pendek, pengguna juga dapat mengalami flushing—kemerahan dan sensasi hangat pada kulit yang muncul tiba-tiba—serta mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Pada laki-laki, ada laporan ereksi spontan atau priapismus.

Kekhawatiran utama para dermatolog berkaitan dengan dampaknya pada kulit. Melanotan II dikaitkan dengan penggelapan tahi lalat, munculnya tahi lalat baru, serta lesi pigmen yang tampak tidak biasa. Ada pula kekhawatiran terhadap melanoma.

Sejumlah laporan kasus medis mendokumentasikan melanoma setelah penggunaan Melanotan II, serta perubahan cepat pada tahi lalat dan lesi pigmen. Meski demikian, laporan kasus semacam itu tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Risiko juga datang dari cara memperoleh dan menggunakan produk tersebut. Produk suntik yang dibeli dari pasar gelap berpotensi tidak steril, salah dosis, atau terkontaminasi. Jika jarum digunakan bergantian, risiko infeksi pun meningkat. Selain itu, produk yang tidak disetujui atau ilegal dapat mengandung bahan beracun, berkualitas buruk, atau palsu.

Apa yang perlu dilakukan jika pernah memakai?

Bagi orang yang sudah menggunakan Melanotan II, langkah pertama adalah menghentikan pemakaian dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pengguna juga disarankan memantau perubahan pada kulit, terutama tahi lalat yang membesar, berubah warna, bentuknya tidak simetris, tepinya tidak rata, berdarah, gatal, atau terasa nyeri.

Perubahan warna pada mulut, gusi, kuku, atau munculnya bercak pigmen baru juga sebaiknya diperiksakan. Laporan kasus tahun 2026 mendokumentasikan pigmentasi pada mukosa mulut setelah penggunaan Melanotan II, dan sebagian pigmentasi masih tersisa meski intensitasnya menurun setelah pemakaian dihentikan.

Pilihan yang dinilai lebih aman

Untuk mendapatkan tampilan kulit lebih tan, pilihan yang disebut lebih aman adalah self-tanner topikal atau spray tan dari produsen tepercaya. Namun, fake tan maupun spray tan tidak melindungi kulit dari radiasi UV. Karena itu, penggunaan sunscreen, pakaian pelindung, serta menghindari paparan sinar matahari berlebihan tetap diperlukan.

Secara keseluruhan, “barbie drug” bukan tren kecantikan yang layak dicoba. Efek tan yang terlihat cepat dinilai tidak sebanding dengan risiko penggunaan produk yang tidak teruji, tidak terkontrol, dan berpotensi mengganggu kesehatan kulit maupun tubuh.