Rempah-rempah selama ini identik dengan bumbu masakan. Namun, sejumlah tanaman beraroma juga kerap disebut memiliki manfaat untuk membantu menjaga kesehatan kulit, sehingga tidak selalu harus mengandalkan produk perawatan kulit yang mahal.
Berbagai rempah ini umumnya mudah ditemukan di rumah atau dibeli di pasaran. Meski demikian, respons kulit setiap orang bisa berbeda, sehingga penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati.
Ragam rempah yang disebut baik untuk kulit
- Kayu manis. Kayu manis disebut memiliki kandungan antioksidan tinggi. Ahli gizi dan penulis The O2 Diet, Keri Glassman, menyatakan kadar antioksidan kayu manis lebih tinggi dibandingkan setengah cangkir bluberi. Antioksidan berperan menangkal radikal bebas yang dikaitkan dengan penuaan dini pada kulit, seperti kerutan, kulit kusam, dan flek hitam.
- Kunyit. Kunyit mengandung kurkumin yang telah lama digunakan sebagai bahan ramuan antiperadangan. Kurkumin juga disebut-sebut dapat digunakan untuk melawan melanoma, yaitu kanker pada sel pigmen kulit yang kerap dikaitkan dengan paparan sinar ultraviolet tanpa perlindungan. Susan Blum, MD, dari Blum Center for Health di Amerika Serikat, menjelaskan kurkumin dapat menghambat angiogenesis atau pertumbuhan pembuluh darah. Ia menyebut sejumlah penelitian berfokus pada upaya “membuat sel kanker kelaparan”, dan kurkumin dinilai mampu menghambat aktivitas sel tersebut pada hewan percobaan.
- Bawang putih. Bawang putih disebut bermanfaat untuk kulit kepala, terutama pada masalah rambut tipis dan rontok. Rempah ini dinilai dapat menutrisi folikel dan merangsang pertumbuhan rambut yang lebih tebal. Profesor Klinis Dermatologi di University of Southern California, Jessica Wu, MD, menyatakan asam amino dalam bawang putih dapat membantu memulihkan folikel yang bermasalah sehingga rambut menjadi lebih kuat.
- Teh hijau. Menurut Jessica Wu, teh hijau memiliki konsentrasi antioksidan katekin yang tinggi, serta bersifat antiperadangan dan terkait dengan pencegahan penuaan dini. Ia menyebut teh hijau yang dioleskan ke kulit dapat membantu memperbaiki epidermis, mempercepat penyembuhan luka, dan menghambat enzim yang dikaitkan dengan warna kulit tidak merata.
- Jahe. Jahe disebut dapat membantu memperbaiki tekstur kulit yang kasar, mencerahkan, mencegah jerawat, sekaligus berfungsi sebagai antiaging. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Cosmetic Science melaporkan minyak esensial jahe merupakan sumber antioksidan yang berpotensi melawan berbagai tanda penuaan kulit. Disebutkan pula bahwa bila dikombinasikan dengan krim tertentu, hasilnya dapat lebih maksimal. Alternatif lain yang disebutkan adalah jahe diparut lalu dicampur minyak kelapa murni; gula pasir dapat ditambahkan bila ingin tekstur seperti scrub.
- Lada hitam. Lada hitam juga disebut kaya antioksidan dan dapat dimanfaatkan sebagai eksfoliator alami untuk mengangkat sel kulit mati. Cara yang disebutkan adalah menumbuk kasar lada hitam dan mencampurkannya ke yoghurt tanpa rasa. Untuk masker, lada hitam yang ditumbuk dapat dicampur madu, bubuk kunyit, dan sedikit air.
- Serai. Serai disebut berpotensi membantu pada infeksi jamur kulit. Studi dalam International Journal of Nanomedicine melaporkan minyak esensial serai dapat membantu menghambat pertumbuhan Candida albicans di kulit. Minyak esensial serai juga disebut efektif melawan tinea versicolor, jamur penyebab bercak kecil bersisik pada kulit. Karena membuat minyak serai sendiri dinilai cukup repot, minyak serai dapat dibeli; disarankan memilih minyak serai murni, bukan yang bercampur bahan lain.
Cara penggunaan yang disebut dapat dilakukan
- Mencampurkan rempah dalam makanan atau minuman sehari-hari secara rutin.
- Menghancurkan rempah menjadi bubuk sebelum dioleskan ke kulit, lalu mencampurkannya dengan sedikit air atau minyak kelapa murni.
- Menggunakan minyak rempah murni dan mengoleskannya ke kulit.
- Memilih produk perawatan kulit yang menggunakan rempah sebagai bahan dasar.
Peringatan: hasil bisa berbeda, lakukan tes alergi
Dokter Sara Elise Wijono, M. Res, mengingatkan bahwa hasil penggunaan rempah pada kulit tidak dapat diprediksi karena respons tiap orang berbeda. Ia juga menekankan perawatan alami umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk menunjukkan hasil dan jarang bersifat instan.
Untuk mengurangi risiko, dr. Sara menyarankan tes alergi terlebih dahulu dengan mengoleskan sedikit bahan di belakang telinga. Jika muncul reaksi negatif seperti gatal, kemerahan, bengkak, atau perih, kulit perlu segera dibersihkan dengan air mengalir. Selama reaksi masih ada, disarankan menghindari penggunaan produk perawatan kulit apa pun, serta berkonsultasi ke dokter bila keluhan memburuk atau tidak membaik dalam beberapa hari.

