BERITA TERKINI
Tujuh Bumbu Dapur yang Disebut Berpotensi Membantu Meredakan Gejala Asam Urat

Tujuh Bumbu Dapur yang Disebut Berpotensi Membantu Meredakan Gejala Asam Urat

Asam urat adalah zat sisa dari metabolisme purin yang sebagian besar disaring ginjal dan dikeluarkan melalui urine. Ketika tubuh memproduksi asam urat berlebihan atau ginjal tidak mampu membuangnya secara efektif, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat.

Kondisi tersebut dikenal sebagai hiperurisemia. Jika berlanjut, hiperurisemia dapat memicu terbentuknya kristal asam urat yang tajam di sendi, jaringan, dan organ lain, sehingga menimbulkan peradangan serta nyeri.

Selain penanganan medis, sejumlah bahan alami disebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk membantu meredakan gejala. Beberapa bumbu dapur yang umum digunakan dalam masakan juga kerap dikaitkan dengan potensi membantu mengurangi peradangan atau mendukung pengeluaran asam urat melalui urine.

Berikut tujuh bumbu dapur yang disebut memiliki manfaat terkait asam urat, beserta ringkasannya.

1. Jahe
Jahe dikenal sebagai bumbu dengan beragam manfaat kesehatan, termasuk untuk membantu meredakan nyeri. Penelitian dalam jurnal Nutrients (2020) menyebut jahe mengandung gingerol yang bersifat anti-inflamasi, sehingga dinilai dapat membantu mengurangi peradangan pada sendi. Jahe merah juga sering disebut terkait manfaatnya dalam meredakan rasa sakit akibat penumpukan kristal asam urat.

2. Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Studi tahun 2019 di Arthritis Research & Therapy menyebut kurkumin dapat menekan protein nuclear factor-kappa B (NF-kappa B) yang berperan dalam proses inflamasi, termasuk pada asam urat. Dalam percobaan pada tikus, kurkumin dilaporkan menghambat NF-kappa B dan peradangan yang dipicu kelebihan asam urat. Studi lain pada 2013 di Open Journal of Rheumatology and Autoimmune Diseases juga mencatat efek anti-inflamasi kurkumin; dalam laporan tersebut, penderita asam urat merasakan kelegaan setelah mengonsumsi Flexofytol, ekstrak kurkumin yang dimurnikan, yang dikaitkan dengan kemampuan kurkumin menghambat NF-kappa B.

3. Bawang putih
Bawang putih disebut dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Senyawa allicin di dalamnya memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan pada sendi. Studi Sivaraman (2016) dalam Phytotherapy Research menyatakan bawang putih berpotensi menjadi terapi tambahan pada kondisi seperti rheumatoid arthritis, berdasarkan kemampuannya memodulasi penanda inflamasi dan gejala klinis.

4. Merica
Merica, terutama merica hitam, mengandung alkaloid, flavonoid, dan minyak atsiri yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Sejumlah penelitian yang dirangkum Healthline menyebut piperin, senyawa aktif dalam merica hitam, dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat.

5. Daun salam
Daun salam mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang berfungsi sebagai anti-inflamasi, sehingga disebut dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan akibat asam urat. Daun salam juga memiliki sifat diuretik yang dapat membantu memperlancar pengeluaran asam urat melalui urin.

6. Kapulaga
Kapulaga disebut mengandung senyawa anti-inflamasi yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan pada sendi akibat asam urat. Senyawa aktifnya juga dikaitkan dengan dukungan terhadap pengeluaran asam urat melalui urin, sehingga membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah.

7. Biji seledri
Biji seledri mengandung flavonoid dan iridoid glikosida yang disebut dapat membantu mengurangi produksi asam urat sekaligus memperlancar pengeluarannya melalui urin. Selain itu, biji seledri juga memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi yang dikaitkan dengan bantuan mengatasi pembengkakan dan nyeri pada sendi.