BERITA TERKINI
Tren Viral “Shot” Lemon dan Minyak Zaitun: Klaim Sehat hingga Risiko bagi Pencernaan

Tren Viral “Shot” Lemon dan Minyak Zaitun: Klaim Sehat hingga Risiko bagi Pencernaan

Linimasa media sosial belakangan ramai menampilkan rutinitas pagi sejumlah influencer gaya hidup yang menenggak campuran perasan lemon segar dan extra virgin olive oil (EVOO). Cairan kuning keemasan itu diminum dalam takaran kecil layaknya “shot”, sesaat setelah bangun tidur dan kerap dilakukan saat perut masih kosong.

Di kolom komentar, beredar beragam klaim manfaat. Campuran lemon dan minyak zaitun disebut-sebut bisa membantu kulit tampak lebih glowing, melunturkan lemak perut, hingga menjadi cara “detoks” tubuh. Namun, di balik popularitasnya, muncul pertanyaan soal keamanan dan apakah efeknya benar sebanding dengan klaim yang beredar.

Secara terpisah, lemon dan minyak zaitun memang dikenal memiliki nilai gizi. EVOO sering dikaitkan dengan pola makan Mediterranean diet dan dikenal mengandung lemak tak jenuh serta antioksidan. Sementara lemon merupakan sumber vitamin C yang kerap dikonsumsi untuk mendukung daya tahan tubuh dan kesehatan kulit.

Ketika digabung, keduanya tetap membawa nutrisi. Disebutkan pula bahwa vitamin C dari lemon dapat membantu penyerapan nutrisi dari minyak zaitun menjadi lebih optimal. Meski demikian, persoalan utama yang disorot bukan semata pada bahannya, melainkan pada cara konsumsi yang dilakukan dalam bentuk “shot” saat perut kosong.

Menenggak minyak zaitun yang dicampur asam lemon murni di pagi hari dinilai dapat menjadi “kejutan” bagi sistem pencernaan sebagian orang. Konsumsi minyak secara langsung, meski termasuk lemak sehat, bisa memicu mual hingga diare karena tubuh menerima asupan lemak pekat tanpa makanan padat. Di sisi lain, keasaman lemon juga berpotensi menimbulkan keluhan pada orang yang memiliki riwayat asam lambung atau GERD, seperti perih, kembung, dan sensasi terbakar di dada (heartburn).

Alih-alih mengikuti tren minum “shot”, cara yang dipandang lebih masuk akal adalah mengonsumsi lemon dan minyak zaitun sebagai pelengkap makanan. Campuran keduanya dapat digunakan sebagai saus salad, misalnya dengan menggabungkan tiga sendok makan EVOO, satu sendok makan perasan lemon, sedikit lada hitam, dan sejumput garam laut, lalu disiramkan ke sayuran atau alpukat. Alternatif lain adalah menuangkannya di atas ikan bakar atau ayam panggang sesaat sebelum disajikan.

Pendekatan tersebut dinilai membuat tubuh lebih nyaman memproses nutrisi karena dikonsumsi bersama makanan padat, sekaligus mengurangi risiko gangguan lambung akibat asam lemon. Pada akhirnya, tren kesehatan yang berkelanjutan menekankan keseimbangan dan respons tubuh masing-masing. Jika muncul keluhan pencernaan saat mencoba rutinitas ini, disarankan untuk berhenti dan tidak memaksakan diri demi mengikuti tren.