Tren makeup pada 2026 disebut mengalami pergeseran yang cukup mencolok. Jika sebelumnya riasan full coverage dan tampilan bold mendominasi, arah gaya kini bergerak ke konsep yang lebih natural, ringan, dan kolaboratif. Salah satu yang menonjol adalah fenomena “makeup buddies” yang tengah viral di kalangan anak muda.
Makeup buddies tidak hanya dipahami sebagai gaya riasan, melainkan juga bagian dari budaya baru di media sosial. Konsepnya menggabungkan aktivitas makeup dengan interaksi sosial, ketika dua orang atau lebih saling merias wajah, berbagi produk, hingga menciptakan tampilan yang serasi.
Perkembangan tren ini sejalan dengan meningkatnya konten kolaboratif di platform digital. Makeup yang sebelumnya lebih bersifat individual, kini semakin sering ditampilkan sebagai pengalaman bersama yang santai dan interaktif.
Memasuki 2026, riasan juga lebih menekankan hasil akhir skin-like finish, yakni tampilan yang menyerupai kulit asli yang sehat. Penggunaan foundation tebal mulai ditinggalkan dan bergeser ke produk yang lebih ringan seperti tinted moisturizer atau skin tint. Perubahan ini mencerminkan fokus makeup yang tidak lagi semata menutupi, melainkan menonjolkan kecantikan alami.
Dalam praktiknya, makeup buddies dapat dilakukan secara langsung maupun melalui konten digital. Biasanya, para pelakunya mencoba gaya yang sama, saling bertukar produk, atau merias satu sama lain. Hasil akhirnya kerap dibuat serasi agar terlihat sebagai satu konsep visual yang utuh, terutama dalam format video pendek.
Ada beberapa faktor yang membuat tren ini cepat menyebar. Unsur kebersamaan menjadi salah satu daya tarik utama, terutama di tengah gaya hidup digital yang kerap dinilai semakin individual. Selain itu, konten kolaboratif dinilai lebih menarik dan cenderung mudah mendapatkan engagement tinggi. Tren ini juga relatif mudah ditiru karena tidak menuntut teknik rias yang rumit.
Media sosial menjadi motor penyebaran makeup buddies. Platform seperti TikTok dan Instagram dipenuhi konten makeup kolaboratif yang menarik perhatian pengguna. Algoritma platform yang mendorong konten dengan interaksi tinggi turut mempercepat penyebarannya, sementara format video pendek membuat proses makeup lebih mudah dikonsumsi audiens.
Sejumlah gaya makeup buddies yang banyak digemari antara lain look natural dengan sentuhan glow untuk menonjolkan kesan kulit sehat. Selain itu, soft glam juga kerap dipilih karena memberikan tampilan elegan tanpa terlihat berlebihan. Ada pula konsep twin look, ketika dua orang menggunakan warna dan gaya makeup yang sama untuk membangun kesan visual yang unik.
Tren ini juga disebut berdampak pada industri kecantikan. Sejumlah brand mulai menghadirkan produk yang mudah digunakan bersama, seperti palet multifungsi atau bundel produk. Strategi pemasaran pun ikut bergeser dengan mengandalkan konten kolaboratif, termasuk menggandeng lebih dari satu influencer untuk menciptakan materi yang lebih interaktif.
Di sisi pengguna, pergeseran tren turut memengaruhi kebiasaan bermakeup. Jika sebelumnya riasan lebih sering dilakukan secara individu dengan fokus pada hasil yang sempurna, kini banyak orang lebih menikmati prosesnya. Makeup dipandang sebagai aktivitas yang lebih santai dan menyenangkan, sekaligus membuka ruang untuk bereksperimen tanpa takut terlihat tidak sempurna.
Melihat perkembangan tersebut, tren makeup diprediksi akan semakin mengarah pada konsep yang lebih personal dan interaktif. Makeup tidak hanya menjadi alat untuk mempercantik diri, tetapi juga sarana ekspresi dan komunikasi sosial. Dalam konteks ini, makeup buddies dinilai berpeluang terus berkembang, meski dapat mengalami evolusi seiring waktu seperti tren lainnya.

