BERITA TERKINI
Tren “Bed Rotting” Viral di Kalangan Anak Muda, Dianggap Cara Istirahat Tanpa Rasa Bersalah

Tren “Bed Rotting” Viral di Kalangan Anak Muda, Dianggap Cara Istirahat Tanpa Rasa Bersalah

Tren “bed rotting” belakangan viral, terutama di kalangan anak muda. Istilah ini merujuk pada kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam di tempat tidur tanpa melakukan aktivitas berarti.

Fenomena tersebut muncul sebagai respons terhadap budaya produktivitas yang dinilai berlebihan. Sejumlah anak muda mulai menolak tekanan untuk selalu aktif dan produktif, dan memilih berbaring di tempat tidur sebagai cara bersantai tanpa dibayangi rasa bersalah.

Dikutip dari The Guardian, banyak orang memandang “bed rotting” bukan sekadar tindakan malas. Bagi sebagian pelakunya, kebiasaan ini menjadi cara menghadapi kelelahan fisik dan mental akibat tekanan kehidupan sehari-hari. Waktu di tempat tidur dianggap sebagai momen pemulihan dari burnout sekaligus sarana menjaga kesehatan mental.

Di tengah tuntutan yang terus berjalan, berdiam di tempat tidur dipersepsikan sebagai “oasis” bagi mereka yang merasa lelah. Namun, tren ini juga menuai kritik. Sejumlah pakar menyampaikan kekhawatiran bahwa “bed rotting” dapat berdampak negatif bila dilakukan berlebihan, seperti menurunkan kebugaran fisik dan memperburuk gangguan tidur.

Dengan terjebak dalam rutinitas berbaring terlalu lama, muncul pula risiko masalah kesehatan yang lebih serius. Meski demikian, tren ini tetap mencerminkan kebutuhan akan keseimbangan antara kerja keras dan istirahat. Dalam dunia yang semakin kompetitif, “bed rotting” dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap ekspektasi produktivitas yang tidak realistis.

Pada akhirnya, fenomena ini menjadi pengingat bahwa memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat dapat menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan hidup dan kesehatan secara keseluruhan.