BERITA TERKINI
TravelKon Soroti Peran eSIM untuk Memudahkan Wisata Kuliner di Jepang

TravelKon Soroti Peran eSIM untuk Memudahkan Wisata Kuliner di Jepang

Sydney, Australia — TravelKon menyoroti penggunaan eSIM sebagai solusi konektivitas bagi wisatawan yang ingin menjalani perjalanan wisata kuliner di Jepang, mulai dari berburu ramen, sushi, hingga jajanan kaki lima. Menurut perusahaan tersebut, akses data yang stabil dapat membantu wisatawan menemukan lokasi tempat makan, memahami menu, serta membagikan pengalaman secara real time.

Dalam keterangan yang dirilis pada 4 Desember 2025, TravelKon menyebut aplikasi peta menjadi salah satu alat utama saat menjelajah kuliner di Jepang. Namun, fungsinya dinilai tidak maksimal tanpa koneksi data yang andal. Dengan akses data lokal, wisatawan dapat bernavigasi secara langsung hingga ke tujuan, sekaligus melakukan pencarian cepat ketika melihat antrean panjang untuk memastikan apakah lokasi tersebut memang tempat makan populer atau bukan.

TravelKon juga menekankan manfaat konektivitas saat menghadapi menu berbahasa Jepang, misalnya di izakaya atau pub kasual yang kerap dipadati warga lokal. Perusahaan itu menyarankan penggunaan fitur kamera pada Google Translate untuk menerjemahkan tulisan di menu secara instan. Menurut TravelKon, proses ini membutuhkan koneksi data yang cepat agar hasil terjemahan tidak terlambat atau membingungkan.

Selain membantu navigasi dan penerjemahan, koneksi data dinilai penting bagi wisatawan yang ingin mengunggah foto dan video makanan tanpa menunggu Wi-Fi hotel. TravelKon menyinggung kebiasaan membagikan konten secara langsung, seperti mengunggah video okonomiyaki yang sedang dimasak atau suasana kuliner malam di kawasan Dotonbori, Osaka. Untuk kebutuhan tersebut, perusahaan menyebut wisatawan dapat mempertimbangkan paket data besar atau paket tanpa batas.

TravelKon turut menyoroti potensi wisata kuliner di luar kota-kota besar Jepang. Dalam rilisnya, perusahaan menyebut contoh kuliner regional seperti daging Hida di Takayama, makanan laut segar di pasar-pasar Hokkaido, serta jajanan khas di matsuri atau festival lokal. Akses data, menurut TravelKon, dapat digunakan untuk mencari informasi kuliner daerah dan memeriksa jadwal kereta untuk perjalanan spontan.

Perusahaan itu juga menilai kualitas jaringan menjadi faktor penting, terutama saat berada di wilayah nonperkotaan. TravelKon menyatakan beberapa opsi SIM murah atau paket roaming dapat memiliki cakupan yang lebih lemah di luar kota besar, sementara eSIM mereka diklaim menggunakan jaringan utama sehingga konektivitas tetap terjaga saat menjelajah daerah.

Terkait kemudahan penggunaan, TravelKon menjelaskan eSIM dapat dipasang sebelum keberangkatan dengan memindai kode QR, sehingga pengguna dapat langsung terhubung beberapa menit setelah tiba di bandara seperti Narita atau Haneda tanpa perlu membeli kartu SIM fisik. TravelKon menyebut pilihan paket dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, termasuk paket tanpa batas untuk penggunaan intensif, eSIM multi-negara untuk perjalanan lintas destinasi di Asia, atau paket data fleksibel untuk kebutuhan dasar seperti peta dan terjemahan.

TravelKon merupakan perusahaan asal Australia yang berdiri pada 2019 dan berfokus menyediakan konektivitas bagi pelancong. Perusahaan ini menyatakan telah menjalin kemitraan dengan operator telekomunikasi di berbagai negara dan menawarkan paket data eSIM di lebih dari 180 destinasi.