Perkembangan media digital dinilai membawa dampak besar bagi kemajuan usaha kuliner di Kota Atambua. Salah satunya dirasakan Ira Tresnawari Zainal, pelaku usaha kuliner yang menyebut promosi melalui media sosial membuat jangkauan pemasaran produknya semakin meluas.
Ira mengatakan, pemesanan kini tidak lagi datang hanya dari wilayah Kota Atambua. Ia mengaku menerima pesanan kue dari berbagai kabupaten lain, bahkan dari Kota Kupang. Pernyataan tersebut ia sampaikan pada Selasa, 24 Maret 2026.
Menurut Ira, kehadiran teknologi internet mengubah cara masyarakat memesan makanan menjadi lebih praktis dan cepat. Ia mencontohkan, saat memiliki produk baru, informasi dapat dibagikan melalui media sosial dan menyebar luas dalam waktu singkat.
Transformasi digital juga disebut membantu dirinya menjaring konsumen baru dari berbagai kalangan dan latar belakang. Ia menceritakan pengalaman ketika seorang suster dari luar negeri memesan kue melalui media sosial untuk diberikan kepada keluarganya di Atambua.
Ira menilai terdapat perbedaan signifikan antara sistem penjualan online saat ini dibandingkan pola penjualan offline sebelumnya. Jika dulu pelanggan harus datang langsung ke lapak untuk membeli aneka kue, kini pemesanan dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka.
Ia berpendapat inovasi pemasaran menjadi faktor penting agar usaha mikro tetap relevan di tengah persaingan global. Menurutnya, pengalaman ini menunjukkan pelaku UMKM di daerah perbatasan juga mampu bersaing melalui pemanfaatan teknologi.
Di sisi lain, Ira mengaku bangga melihat pertumbuhan UMKM di Belu yang dinilainya berjalan cukup baik. Ia menambahkan, kesuksesan akan datang bagi mereka yang berani melangkah meski keadaan belum terasa sempurna.

