Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menggelar cooking class untuk mengenalkan gizi seimbang, pangan sehat, serta kemandirian mengolah makanan kepada anak-anak. Kegiatan bertema “Pelangi di Piringku: Anak Sehat, Kreatif, dan Mandiri” ini berlangsung di Gedung PKK, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan Pokja III TP-PKK Kubar tersebut menyasar pelajar jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Peserta diajak mengenal, memilih, dan mengolah bahan pangan sehat menjadi menu yang bergizi, lezat, dan menarik.
Melalui cooking class ini, TP-PKK Kubar berupaya menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini. Anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada jenis pangan bergizi, tetapi juga didorong untuk belajar mengolah makanan secara kreatif dan mandiri.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai cooking class menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui penguatan pemahaman tentang gizi seimbang.
Kegiatan ini juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak dan mencegah tengkes atau stunting. Anak-anak diharapkan semakin terbiasa mengonsumsi sayur, ikan, serta berbagai bahan pangan sehat lain yang dapat diolah menjadi menu menarik.
Selain berorientasi pada kesehatan, kegiatan ini dipandang memiliki nilai pendidikan karakter. Anak-anak dilatih agar lebih mandiri dan kreatif, sekaligus memahami pentingnya makanan sehat bagi tumbuh kembang.
Frederick juga menyatakan dukungan terhadap program-program TP-PKK Kubar yang berfokus pada kesehatan keluarga dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan konsep yang lebih inovatif, edukatif, dan menjangkau lebih banyak peserta.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kubar Maria Christina Frederick Edwin menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen TP-PKK dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera melalui edukasi gizi kepada generasi penerus. Menurutnya, pengenalan pola makan sehat sejak dini penting untuk membentuk kebiasaan positif anak-anak dalam memilih makanan bergizi dan menjaga kesehatan tubuh.

