Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palu, Hj. Diah Puspita, S.A.P., M.A.P., menghadiri kegiatan fasilitasi pengelolaan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang digelar pada Kamis (21/05/2026) di Kelurahan Taipa, Kota Palu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi konsumsi menu gizi di Kampung Keluarga Berkualitas Tahun 2026. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga.
Sejumlah warga setempat mengikuti kegiatan yang didominasi oleh ibu rumah tangga, ibu hamil, serta ibu menyusui. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Palu mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang pola makan sehat dan pemenuhan nutrisi keluarga sebagai bagian dari percepatan penanganan stunting.
Dalam kesempatan itu, Hj. Diah Puspita memberikan edukasi langsung kepada peserta mengenai peran program DASHAT dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Menurutnya, DASHAT menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat memahami pola konsumsi sehat, terutama bagi kelompok sasaran seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
“DASHAT ini merupakan salah satu upaya penting bagi kita dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan keluarga,” ujar Diah.
Diah juga menekankan bahwa pemenuhan gizi keluarga tidak selalu membutuhkan biaya besar. Ia menyebut, yang dibutuhkan adalah kemampuan mengelola bahan makanan yang tersedia agar kandungan nutrisinya tetap seimbang.
“Yang paling penting kita memahami bahwa makanan bergizi itu tidak harus mahal,” tambahnya.
Selain itu, Diah mengajak masyarakat menerapkan konsep gizi seimbang melalui pengaturan isi piring makan. Ia menjelaskan kebutuhan nutrisi keluarga dapat dipenuhi lewat kombinasi buah-buahan, sayuran, sumber karbohidrat, serta protein dengan porsi yang proporsional.
“Prinsip gizi seimbang dari isi piring itu komposisi proporsional. Ada buah, ada sayur, karbohidrat dan protein yang memastikan asupan nutrisi terpenuhi secara merata,” jelas Diah.
Di sisi lain, Diah mengingatkan warga untuk memanfaatkan berbagai program bantuan pemerintah yang tersedia guna mendukung kesehatan ibu dan anak. Ia secara khusus menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif sebagai fondasi kesehatan anak sejak dini.
“Semuanya itu ketika ada bantuan dari pemerintah, minta tolong betul-betul dimanfaatkan untuk calon anak-anak kita. Ibu nanti minta tolong supaya kasih ASI eksklusif anaknya supaya sehat,” pesannya.
Menutup kegiatan, Diah menegaskan berbagai intervensi pemerintah diarahkan untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.
“Kalau anak-anak kita sehat, insyaallah kota kita maju. Karena dari anak-anak yang sehat itulah akan lahir generasi penerus yang cerdas dan menjadi bagian dari Indonesia Emas,” tutupnya.