Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) Gizi Komunitas di Puskesmas Berbah mengadakan program edukasi GENZI (Generasi Sehat dengan Gizi Seimbang) di SMP Negeri 3 Berbah, Sleman, Senin, 28 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah itu diikuti 124 siswa kelas VII. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai gizi seimbang sekaligus pencegahan anemia.
Materi penyuluhan disampaikan oleh empat mahasiswa Gizi UAD, yakni Ameydavie Zhalliecka Bilbienna, Maregean Zollsyta, Tahta Ayu Anggraini, dan Titala Mufe Rualapesbo. Kegiatan turut didampingi ahli gizi Puskesmas Berbah, Rini Dwi Astuti, A.Md.Gz.
Dalam edukasi tersebut, siswa diarahkan untuk memahami prinsip gizi seimbang, menyusun satu porsi makan sesuai panduan “isi piringku”, memahami pentingnya sarapan dan aktivitas fisik, serta mengenali penyebab, dampak, dan langkah pencegahan anemia.
Rangkaian acara diawali dengan pre-test yang dikerjakan secara mandiri untuk memetakan pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, materi disampaikan menggunakan slide bergambar dengan bahasa yang disesuaikan agar mudah dipahami remaja.
Pemateri menekankan bahwa makan dalam jumlah banyak belum tentu berarti makan bergizi seimbang. Empat prinsip yang disoroti meliputi konsumsi makanan beragam, porsi sesuai, cukup minum air, dan aktif bergerak. Pada panduan “isi piringku”, satu piring makan dibagi menjadi makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan.
Materi berikutnya membahas anemia yang dijelaskan sebagai kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai normal sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh berkurang. Remaja putri disebut lebih berisiko karena kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan, kehilangan darah saat menstruasi, asupan sumber zat besi yang kurang, serta kebiasaan makan yang kurang baik, termasuk melewatkan sarapan.
Dampak anemia antara lain mudah lelah, kurang bersemangat, dan sulit berkonsentrasi saat belajar. Pemateri juga menyampaikan bahwa bila tidak dicegah, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga masa kehamilan dan berisiko bagi ibu serta bayi.
Untuk pencegahan, siswa diperkenalkan delapan sumber zat besi, yaitu daging sapi, ayam, ikan, telur, hati, tempe, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Makanan tersebut dianjurkan dikonsumsi bersama buah atau makanan kaya vitamin C agar penyerapan zat besi nabati lebih baik. Selain itu, siswa juga diajak lebih rajin mengonsumsi tablet tambah darah dengan anjuran satu tablet per satu minggu.
Materi lain yang ditekankan adalah pentingnya sarapan untuk menambah energi, menjaga stamina, dan meningkatkan konsentrasi. Siswa juga diajak rutin berolahraga, mengurangi waktu duduk, serta membiasakan mencuci tangan sebelum makan.
Di akhir kegiatan, siswa mengerjakan post-test. Nilai post-test tercatat 99,6. Tingginya nilai awal menunjukkan siswa telah memiliki pemahaman dasar yang baik, sementara kegiatan ini memperkuat pemahaman tersebut.
Salah satu siswi peserta menyampaikan kesannya setelah mengikuti program GENZI. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan seru. Saya jadi lebih paham lagi tentang pentingnya makan makanan bergizi seimbang dan hubungan makanan itu dengan anemia,” ujarnya.