DEPOK — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar edukasi gizi bertajuk “Rahasia Piring Pelangi” di pelataran Musala Al-Hidayah, Graha Pondok Petir, Depok, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini mengajak anak-anak belajar tentang gizi seimbang melalui pendekatan interaktif, mulai dari cerita bergambar hingga permainan menyusun menu.
Sebanyak 46 anak mengikuti kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama UPNVJ dengan komunitas Lingkungan Ramah Anak (LRA) Graha Pondok Petir. Program ini merupakan bagian dari “Implementasi dan Pendampingan Healthy Edu Kit melalui Program Lingkungan Ramah Anak di Graha Pondok Petir”, yang ditujukan untuk memperkenalkan kebiasaan makan sehat sejak dini melalui media pembelajaran.
Program tersebut dilaksanakan oleh tim PKM yang diketuai Lusia Handayani bersama Vina Mahdalena, Fajaria Nurcandra, dan Rini Riyantini. Sejumlah mahasiswa UPNVJ serta pengelola LRA Graha Pondok Petir turut terlibat dalam pelaksanaannya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama untuk membangun suasana yang menyenangkan. Setelah itu, anak-anak mengikuti evaluasi awal, kemudian mendengarkan pembacaan cerita bergambar berjudul “Rahasia Piring Pelangi”. Dari cerita tersebut, peserta diperkenalkan pada pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam serta memahami fungsi berbagai jenis bahan pangan bagi tubuh.
Materi dilanjutkan dengan pengenalan makanan melalui poster edukasi. Anak-anak diajak mengenali kelompok makanan pokok, lauk sumber protein, sayuran, dan buah-buahan sebagai bagian dari menu bergizi seimbang. Selain menerima penjelasan, peserta juga diminta mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh.
Salah satu aktivitas yang menjadi perhatian adalah permainan kreatif “Susun Piring Pelangiku”. Dalam permainan ini, setiap anak memilih gambar makanan dan menempelkannya pada piring kertas sesuai pemahaman mereka tentang susunan makanan bergizi. Para pendamping membantu peserta mengenali kelompok makanan sekaligus mengajak mereka berdiskusi mengenai pilihan menu sehari-hari.
Tim PKM UPNVJ juga melibatkan orang tua dan pengasuh agar pembelajaran dapat dilanjutkan di lingkungan keluarga. Dalam kesempatan itu, tim memperkenalkan Healthy Edu Kit, paket pembelajaran yang terdiri atas cerita bergambar, poster edukasi, serta lembar pemantauan kebiasaan (habit tracker) bertajuk “Tantangan Piring Pelangi”. Media ini dirancang untuk membantu keluarga mengulang pesan kesehatan melalui aktivitas sederhana di rumah, seperti mengenali makanan harian, mendiskusikan menu, dan mencatat kebiasaan makan.
Seusai kegiatan, sejumlah orang tua menyampaikan apresiasi terhadap metode pembelajaran yang digunakan dan membagikan pengalaman awal mereka saat memakai media tersebut di rumah. Ada yang menempelkan lembar pemantauan di pintu kulkas agar mudah dilihat anak, ada pula yang mengajak anak memberi tanda bintang setelah menjalankan kebiasaan makan sehat. Seorang orang tua juga melaporkan anaknya mulai bersedia mencoba sayuran setelah mengikuti kegiatan. Namun, laporan tersebut masih bersifat awal dari orang tua dan belum merupakan hasil evaluasi terukur mengenai perubahan perilaku makan anak.
Pelaksanaan kegiatan turut didukung pengelola LRA Graha Pondok Petir. Ketua LRA Graha Pondok Petir, Titi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama tim UPNVJ serta keterlibatan anak-anak dan keluarga dalam rangkaian kegiatan.
Selain edukasi gizi, kegiatan ini juga mengenalkan kebiasaan membawa botol minum pribadi atau tumbler sebagai pembelajaran sederhana untuk mengurangi penggunaan wadah minuman sekali pakai. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar tentang makanan bergizi, tetapi juga dikenalkan pada perilaku sehari-hari yang lebih ramah lingkungan.
Melalui kegiatan “Rahasia Piring Pelangi”, tim PKM UPNVJ berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan dunia anak lewat cerita, poster, permainan menyusun menu, dan lembar pemantauan kebiasaan. Keterlibatan orang tua diharapkan dapat menjaga kesinambungan pembelajaran setelah kegiatan selesai, sementara kolaborasi dengan LRA membuka peluang agar materi edukasi digunakan kembali dalam aktivitas komunitas.