Tim mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berhasil lolos seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) melalui inovasi bisnis kuliner bertajuk “Cilok Cinta”. Tim tersebut diketuai Muhammad Onang Febriandi, dengan anggota Ilham Dian Nugraha dan Muhammad Rafli Aditya.
Keberhasilan ini menjadi salah satu capaian mahasiswa UBSI di bidang kewirausahaan. Tim “Cilok Cinta” mengusung konsep yang memadukan produk kuliner tradisional dengan strategi pemasaran modern, sehingga menarik perhatian tim seleksi P2MW, program pengembangan usaha mahasiswa tingkat nasional.
“Cilok Cinta” menawarkan olahan cilok dengan berbagai varian rasa yang dikemas melalui konsep penyajian modern. Produk ini menyasar kalangan muda dengan menonjolkan kualitas rasa, identitas merek yang unik, serta pemanfaatan pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Muhammad Onang Febriandi menyampaikan rasa syukur atas hasil seleksi yang diraih bersama timnya. Ia menilai kesempatan mengikuti P2MW menjadi dorongan untuk terus mengembangkan usaha yang telah dirintis.
“Kami sangat bersyukur bisa lolos seleksi P2MW. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan usaha Cilok Cinta agar bisa dikenal lebih luas. Kami juga berharap usaha ini dapat membuka peluang baru dan menginspirasi mahasiswa lain untuk berani memulai usaha sejak dini,” ujar Onang dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/6).
Onang menjelaskan, ide bisnis tersebut berangkat dari keinginan menghadirkan produk kuliner yang dekat dengan masyarakat, namun memiliki nilai tambah melalui inovasi produk dan pendekatan pemasaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
P2MW merupakan wadah pembinaan yang dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan memperkuat model bisnis, meningkatkan kapasitas usaha, serta mengasah kemampuan kewirausahaan.
Ketua Inkubator Bisnis UBSI sekaligus Kepala BSI Entrepreneur Center (BEC), Mugi Raharjo, mengapresiasi keberhasilan tim tersebut. Menurutnya, capaian itu menunjukkan kemampuan mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik bisnis nyata.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu memahami teori di perkuliahan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam dunia usaha nyata. Saya berharap tim Cilok Cinta dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berwirausaha,” kata Mugi.
Mugi menambahkan, dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan mahasiswa menjadi bagian penting untuk menciptakan lulusan yang adaptif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha. Karena itu, Inkubator Bisnis BSI mendorong mahasiswa mengembangkan ide-ide kreatif yang memiliki potensi pasar.
Keberhasilan tim “Cilok Cinta” diharapkan dapat memicu lahirnya lebih banyak inovasi bisnis dari mahasiswa UBSI. Di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif, kreativitas dan keberanian berwirausaha dinilai menjadi modal penting untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus.

