BERITA TERKINI
Tim Geopark Sangkulirang Mangkalihat Singgah di Rest Area Beppa Janda, Cicipi Kuliner Lokal di Sangatta Selatan

Tim Geopark Sangkulirang Mangkalihat Singgah di Rest Area Beppa Janda, Cicipi Kuliner Lokal di Sangatta Selatan

Rombongan Tim Geopark Sangkulirang Mangkalihat bersama Tim Penilai Geopark dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Bappenas singgah di Rest Area Beppa Janda, Desa Teluk Singkama, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Senin (06/07). Rombongan tiba setelah menempuh perjalanan darat sekitar empat jam dari Bandara APT Pranoto Samarinda.

Kedatangan rombongan disambut jajaran Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan, mulai dari camat hingga kepala desa setempat. Penyambutan berlangsung dalam suasana akrab sebagai bentuk dukungan terhadap proses penilaian Geopark Sangkulirang Mangkalihat yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari.

Di lokasi, rombongan juga disambut pemilik Kedai Beppa Janda, Muhammad Zulkarnain. Ia memperkenalkan rest area tersebut sebagai titik persinggahan sekaligus ruang pengembangan potensi lokal masyarakat di kawasan itu.

Rombongan kemudian dijamu kuliner khas setempat berupa lidah sapi atau yang dikenal sebagai Beppa Janda, ditemani saraba hangat. Sajian tersebut menjadi pembuka perbincangan antara tim penilai, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

Beppa Janda merupakan kue kering berbentuk memanjang pipih menyerupai lidah sapi. Kudapan ini dibuat dari tepung, gula merah, soda kue, dan minyak sayur, dengan cita rasa manis dan lembut.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Zulkarnain menceritakan usaha yang dirintisnya sejak 2014. Ia menyebut produksi yang semula sekitar 100 buah per sekali produksi kini berkembang hingga sekitar 15 ribu buah.

Perkembangan usaha tersebut, menurutnya, turut berdampak bagi warga sekitar. Saat ini, Beppa Janda disebut telah memberdayakan sekitar 100 tenaga kerja yang mayoritas berasal dari lingkungan setempat.

Selain produksi utama, terdapat sekitar 20 stan yang menjajakan aneka makanan khas. Keberadaan stan-stan itu disebut menjadi bagian dari upaya membantu pelaku usaha kecil dan menengah berkembang sekaligus menjadi wadah pelestarian kuliner lokal yang diminati pengunjung.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Penilai Geopark Sangkulirang Mangkalihat yang dipimpin Prof Mega Fatima Rosana berdialog langsung dengan pemilik usaha. Tim penilai mengajukan pertanyaan terkait sejarah berdirinya Beppa Janda, proses pengolahan, hingga strategi pengembangan usaha.

Tim penilai juga menggali informasi mengenai bahan baku, tahapan pembuatan, sistem pemasaran, serta upaya menjaga cita rasa dan kualitas produk. Diskusi berlangsung interaktif sebagai bagian dari penilaian terhadap potensi ekonomi lokal yang tumbuh melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan produk unggulan daerah.