TikTok menghadirkan TikTok GO by Tokopedia, layanan di dalam aplikasi yang menghubungkan rekomendasi tempat makanan dan layanan lokal. Peluncuran ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis dine-in serta memperkuat peran kreator di Indonesia melalui konten video pendek.
TikTok menilai integrasi antara bisnis kuliner dan konten video membuka peluang besar. Berbagai fitur seperti LIVE, pencarian, feed lokal, serta konten berbasis lokasi disebut dapat memudahkan pengguna menemukan rekomendasi tempat makan sebelum berkunjung langsung.
Melalui TikTok GO by Tokopedia, TikTok juga mendorong kreator untuk berkontribusi pada pertumbuhan bisnis dine-in. Layanan ini diharapkan membentuk ekosistem yang lebih terintegrasi dengan mempertemukan pelaku usaha, kreator, dan komunitas.
Lead of Key Dine-in Merchant of TikTok GO by Tokopedia, William Panjaitan, mengatakan keputusan membeli konsumen dalam beberapa tahun terakhir banyak dipengaruhi oleh konten video. Menurutnya, kualitas konten dapat meningkatkan ketertarikan konsumen.
“Kami sadar peran TikTok menjadi mitra setia untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang. TikTok GO by Tokopedia diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal meningkatkan visibilitas, menjangkau lebih banyak konsumen, serta membangun kedekatan melalui konten yang autentik, sekaligus membuka ruang bagi kreator untuk menghadirkan dampak yang lebih nyata,” kata William saat peluncuran TikTok GO by Tokopedia, Rabu (29/4).
William juga membagikan lima langkah yang disebut sebagai “formula sukses” bagi pelaku usaha untuk berkembang di TikTok GO by Tokopedia. Langkah tersebut meliputi membangun toko digital, konsistensi operasi konten, optimalisasi fitur platform seperti Point of Interest (POI) dan LIVE, kesiapan layanan operasional, serta strategi produk melalui diskon dan bundling.
Ia menambahkan, platform akan mengoptimalkan fitur POI di video pendek, LIVE, dan pencarian. “Kami juga memastikan pengalaman pengguna tetap optimal, baik dari sisi layanan maupun kesiapan merchant. Pendekatan terakhir yaitu operasi produk, yang mencakup penawaran, bundling, hingga strategi pricing yang tepat untuk mendorong konversi,” ujar William.
Di kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai integrasi kreator, konten, dan merchant dapat menghubungkan aktivitas digital dengan kunjungan nyata ke bisnis kuliner offline, sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
“Integrasi kreator, konten, dan merchant mampu menghubungkan dunia digital dengan kunjungan nyata ke bisnis kuliner offline. Kami mengapresiasi kontribusi TikTok GO by Tokopedia dalam mendukung pelaku usaha dan komunitas lokal dalam mendukung bisnis kuliner di Indonesia,” kata Teuku.
Salah satu pelaku usaha yang menyampaikan dampak layanan ini adalah Kopi Kenangan. Group CEO and Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, mengatakan pertumbuhan bisnis Kopi Kenangan mencapai 30 kali lipat secara tahunan setelah hadirnya TikTok GO by Tokopedia.
“Saya merasa, TikTok GO by Tokopedia bisa memotong journey pembelian konsumen tanpa harus repot pindah-pindah ke aplikasi lain. Flow ini sangat seamless untuk konsumen, sehingga mendorong penjualan Kopi Kenangan,” kata Edward.
Edward menyebut, pertumbuhan tersebut juga didorong peluncuran menu baru seperti Pistachio, Toffee, dan Tiramisu yang menarik perhatian audiens. Ia menambahkan, TikTok menjadi platform utama untuk promosi produk baru, termasuk Pistachio Series yang disebut berhasil menjadi menu best seller setelah dipromosikan di TikTok.
Selain Kopi Kenangan, D’cika Bakery juga menyampaikan peningkatan kinerja setelah bergabung. Main Director PT D’cika Prima, La Ode Haerun Ghowe, mengatakan 2025 menjadi titik balik pertumbuhan bisnis digital perusahaan. Ia menyebut penjualan bertambah 94,11 persen, dengan penjualan online mencapai 137,97 persen.
Menurut Haerun, TikTok GO by Tokopedia berkontribusi 48,74 persen terhadap total penjualan online. Ia juga menyebut kolaborasi tersebut membantu menjangkau Gen Z yang sebelumnya sulit diraih, hingga penjualan meningkat dan didominasi segmen tersebut.
D’cika yang berdiri sejak 2011 memfokuskan produk unggulan pada layanan TikTok GO by Tokopedia dan menggandeng kreator untuk melakukan ulasan Marble Cake. Haerun menyebut konten promosi produk tersebut mencapai 16,6 juta views dengan 691,7 ribu likes.
Dengan visi menjadi layanan lokal terpadu yang paling tepercaya, TikTok GO by Tokopedia turut meluncurkan layanan baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna, termasuk program “Buy with Ease, Refund Anytime” yang memungkinkan voucher tidak terpakai dikembalikan secara otomatis tanpa proses persetujuan.
William menyatakan TikTok GO by Tokopedia menargetkan peran sebagai layanan tepercaya bagi pengguna sekaligus pendorong pertumbuhan bisnis lokal. “Dengan menghubungkan kreator, merchant, dan komunitas, kami percaya dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya.

