TikTok Go by Tokopedia memperkenalkan pendekatan yang menghubungkan kreator dengan bisnis kuliner, dengan tujuan mendorong kunjungan ke layanan makan di tempat (dine-in) melalui konten. Untuk memudahkan pengguna, platform ini mengintegrasikan sejumlah fitur seperti video pendek, siaran langsung (LIVE), fitur pencarian, feed lokal, hingga konten berbasis lokasi.
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menyambut baik inisiatif tersebut karena dinilai dapat memperluas kontribusi terhadap industri layanan makanan di Indonesia, terutama bagi bisnis dine-in lokal.
“Inisiatif ini sejalan dengan upaya Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi nasional,” kata Teuku Riefky di Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Sementara itu, Lead of Key Dine-in Merchant TikTok Go by Tokopedia, William Panjaitan, menilai konten kini tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkan menjadi bagian dari cara masyarakat menemukan inspirasi sekaligus mengambil keputusan dalam keseharian.
William menyebut, tren tersebut selaras dengan pertumbuhan pencarian terkait layanan lokal yang meningkat lebih dari 60% setiap tahunnya. Ia mengatakan pihaknya ingin semakin banyak masyarakat memanfaatkan TikTok sebagai “katalog rasa” untuk mencari referensi kuliner baru.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman terpadu yang mudah diakses, di mana inspirasi yang ditemukan di TikTok bisa langsung berlanjut menjadi pengalaman nyata,” ujar William.
Menurutnya, TikTok Go by Tokopedia didukung ekosistem merchant dine-in dan kreator yang dapat mempercepat transisi dari konsumsi konten menjadi kunjungan nyata.

