JAKARTA — Antusiasme masyarakat untuk berwisata terus menunjukkan peningkatan. Data Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mencatat jumlah perjalanan domestik mencapai 319,5 juta pada kuartal pertama 2026, naik 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tren tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas wisatawan domestik dan mancanegara pada Maret tahun ini. Di tengah meningkatnya mobilitas, cara masyarakat mencari inspirasi perjalanan juga ikut berubah, salah satunya melalui platform digital seperti TikTok. Konten perjalanan dengan tagar populer seperti #travel, #hotel, dan #staycation telah mengumpulkan lebih dari 90 juta unggahan secara global, menunjukkan peran konten sebagai titik awal untuk menemukan ide destinasi, akomodasi, hingga pengalaman kuliner.
TikTok memperkenalkan TikTok GO untuk membantu pengguna mewujudkan inspirasi yang ditemukan lewat konten menjadi rencana kunjungan dan pengalaman langsung. Mengusung semangat “Discover Your Next GO”, layanan ini dirancang agar pengguna tidak hanya menemukan pilihan destinasi, atraksi wisata, akomodasi, dan kuliner, tetapi juga melanjutkannya ke tahap perencanaan hingga pemesanan melalui mitra perjalanan TikTok GO.
Minat pengguna terhadap konten layanan lokal juga disebut meningkat. Pada 2025, pencarian konten terkait layanan lokal di TikTok GO—seperti hotel, destinasi wisata, atraksi, dan layanan lokal lainnya—mengalami kenaikan hingga 60 persen.
Melalui pendekatan penemuan berbasis konten (content-driven discovery), TikTok GO memungkinkan pengguna mengeksplorasi informasi hotel maupun atraksi wisata yang ditemukan di TikTok, membandingkan berbagai opsi, mencari penawaran yang sesuai, lalu melanjutkan pemesanan lewat mitra perjalanan yang bekerja sama.
Dalam ekosistem ini, kreator dinilai berperan penting karena menghadirkan konten yang personal dan mudah diakses. Rekomendasi yang awalnya hadir sebagai video dapat berkembang menjadi pertimbangan hingga keputusan pengguna untuk berkunjung, mencoba aktivitas baru, atau menjelajahi lokasi yang belum pernah didatangi.
Untuk mendukung akses tersebut, TikTok GO bekerja sama dengan berbagai platform pemesanan perjalanan online atau online travel agent (OTA) dengan menghadirkan lebih dari 100.000 akomodasi dan pengalaman lokal di berbagai wilayah Indonesia. Kolaborasi itu ditujukan agar pengguna lebih mudah menjelajahi pilihan hotel, destinasi wisata, dan aktivitas yang mereka temukan melalui konten di TikTok.
Perubahan cara menemukan dan merencanakan perjalanan juga dirasakan kreator, di antaranya Risma Rusdyantoro (@rismarusdyantoro) dan Jeje Jaelani (@somay.mekdi). Keduanya menyampaikan bahwa konten berbasis pengalaman pribadi dapat membantu audiens menemukan inspirasi, mempertimbangkan pilihan, hingga mencoba pengalaman baru secara langsung.
Risma mengatakan awalnya menggunakan TikTok sebagai catatan perjalanan pribadi di sela kesibukannya sebagai karyawan kantoran. “Awalnya, saya menggunakan TikTok sebagai digital travel diary pribadi saya di sela-sela kesibukan saya sebagai karyawan kantoran. Tidak disangka, ternyata konten tersebut menarik perhatian sesama penikmat travel di TikTok,” ujar Risma.
Seiring waktu, ia menilai unggahannya tidak lagi sekadar dokumentasi, tetapi juga mendorong orang lain menemukan destinasi baru. Risma mencontohkan pengalamannya saat mengunjungi UP at Thamrin Nine, dek observasi di Jakarta tahun lalu, serta eksibisi Kuda Laut oleh BXSea di Bintaro, Tangerang Selatan, tahun ini. Setelah membagikan video terkait kunjungan tersebut, Risma mengaku dihubungi pengelola yang menyampaikan banyak pengunjung datang setelah mengetahui lokasi itu dari kontennya.
“Dari situ saya menyadari sebagai kreator, dampak dari konten tidak hanya terlihat dari jumlah tayangan, tetapi juga dari banyaknya komentar audiens yang kemudian benar-benar berkunjung ke lokasi yang saya rekomendasikan. Konten yang saya buat ternyata tidak hanya menghasilkan engagement, tetapi juga membantu mendorong peningkatan kunjungan yang terukur,” tambahnya.
Risma juga menyebut semakin sering menerima pesan dari pengguna yang meminta rekomendasi destinasi, hotel, dan aktivitas. Menurutnya, banyak orang menggunakan TikTok sebagai referensi awal karena bisa melihat pengalaman yang terasa lebih autentik dan dekat dengan keseharian pengguna lain. Ia menilai kondisi ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau lebih banyak calon pengunjung.
Sementara itu, Jeje Jaelani yang awalnya berfokus pada konten kuliner dan industri kreatif di Bandung, memperluas topiknya ke wisata dan perjalanan. Ia melihat minat audiens semakin beragam, tidak hanya mengejar destinasi populer, tetapi juga pengalaman yang lebih personal seperti staycation, aktivitas kreatif, eksplorasi kuliner, hingga budaya lokal.
“Saya melihat semakin banyak orang mencari rekomendasi perjalanan yang dekat dengan minat mereka, bukan hanya destinasi yang sedang populer. Ada yang mencari tempat untuk staycation, aktivitas kreatif, kuliner lokal, atau pengalaman budaya yang terasa lebih personal,” kata Jeje, kreator TikTok GO yang pernah meraih nominasi Accommodation Creator of The Year dari TikTok GO tahun lalu.
Jeje menyebut bergabung dengan TikTok GO untuk menghadirkan konten yang bukan hanya memberi inspirasi, tetapi juga membantu audiens menemukan pengalaman yang dapat dicoba. Ia menilai konten perjalanan dapat mempertemukan audiens dengan pelaku bisnis lokal. Salah satu pengalaman yang ia ceritakan adalah saat mengunggah video tentang Grand Tebu Hotel di Bandung dalam kampanye #JelajahHappy. Menurut Jeje, pihak hotel menyampaikan bahwa kontennya membantu meningkatkan kunjungan warganet ke akun resmi media sosial hotel serta membantu proses konversi ke penjualan.
“Dari pengalaman itu, saya melihat bahwa konten bisa membantu orang menemukan tempat baru, sekaligus memberi dampak bagi bisnis lokal. Itu juga yang membuat saya semakin yakin bahwa rekomendasi yang dibagikan melalui TikTok dapat mendorong orang untuk mencoba pengalaman baru,” ujarnya.
Dalam rangka perayaan HUT ke-499 Jakarta dan periode libur sekolah, TikTok GO menghadirkan laman khusus bertajuk #PromoTravelTengahTahun. Laman tersebut menampilkan berbagai destinasi wisata, budaya, dan pengalaman melalui konten dan kampanye promosi, termasuk untuk wilayah Jakarta.
Selain itu, laman ini juga memuat penawaran dan promosi hingga 60 persen serta program yang berlangsung sepanjang Juni 2026. Inisiatif tersebut disebut sebagai bagian dari upaya TikTok GO untuk memudahkan masyarakat menemukan pengalaman baru sekaligus mendukung ekosistem pariwisata melalui konten, kreator, dan komunitas.
TikTok GO menegaskan semangat “Discover Your Next GO” untuk membantu lebih banyak orang menemukan, merencanakan, dan menikmati pengalaman sesuai minat. Dalam konteks ini, perjalanan dinilai dapat berawal dari konten yang muncul di laman For You, bukan semata dari mesin pencari atau brosur wisata.

