BERITA TERKINI
The People’s Cafe Kolaborasi dengan Bu Rudy, Hadirkan Tiga Menu Khas Jawa Timur

The People’s Cafe Kolaborasi dengan Bu Rudy, Hadirkan Tiga Menu Khas Jawa Timur

The People’s Cafe berkolaborasi dengan ikon kuliner Surabaya, Bu Rudy, menghadirkan tiga menu khas Jawa Timur. Tiga sajian yang ditawarkan adalah Nasi Sate Kelapa, Nasi Cumi Hitam Komplit, dan Nasi Lidah Komplit, yang dipadukan dengan sambal bawang serta udang krispi Bu Rudy.

Ketiga menu kolaborasi tersebut dibanderol mulai Rp38.000. The People’s Cafe menyebut kehadiran menu baru ini melengkapi pilihan comfort food berbasis masakan Nusantara yang selama ini menjadi identitas brand tersebut.

Nasi Lidah Komplit disajikan dengan potongan lidah sapi berbumbu yang dipadukan serundeng, serta dilengkapi oseng soun, lalapan, udang krispi, dan sambal bawang Bu Rudy. Kombinasi ini menghadirkan rasa yang kaya namun tetap terasa familiar.

Sementara itu, Nasi Cumi Hitam Komplit menawarkan karakter rasa yang lebih kuat melalui cumi hitam khas Madura yang dimasak dengan bumbu hitam pekat. Hidangan ini juga dilengkapi oseng soun, udang krispi, dan sambal bawang Bu Rudy, serta disebut tetap seimbang saat disantap bersama nasi hangat.

Adapun Nasi Sate Kelapa menyajikan sate ayam dengan balutan kelapa parut berbumbu khas, disandingkan dengan bumbu kacang yang pekat dan gurih, acar, serta sambal bawang Bu Rudy. Menu ini tersedia dalam pilihan ala carte maupun komplit dengan nasi.

Marketing Manager The People’s Cafe, Nuranti Dwiyana Putri, mengatakan pengembangan menu dilakukan melalui riset dan uji panelis sebelum diluncurkan. “Sebelum menyajikan menu, kita melakukan riset. Setelah dapat wish list perwakilan banyak orang, kita development melalui panelis testing lebih dulu melibatkan kurang lebih 100 orang sebelum launching,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

The People’s Cafe saat ini memiliki total 63 outlet di Indonesia. Nuranti menyampaikan, brand tersebut ingin memperkenalkan makanan Indonesia di berbagai kota, terutama kepada generasi muda. “The People’s Cafe memang ingin menonjolkan makanan Indonesia di berbagai kota. Memperkenalkan menu-menu ini ke berbagai pulau,” katanya.

President Director ISMAYA Group, Cendyarani, menilai kolaborasi ini menghadirkan kembali sesuatu yang sudah dikenal dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian saat ini. “Bagi kami, yang menarik dari kolaborasi ini adalah bagaimana sesuatu yang sudah dikenal bisa dihadirkan kembali dengan cara yang terasa lebih dekat dengan keseharian sekarang. Tidak mengubah esensinya, tapi menyesuaikan bagaimana orang menikmatinya hari ini,” ujarnya.

Menurut Cendyarani, comfort food tidak hanya soal rasa yang sederhana dan familiar, tetapi juga koneksi emosional yang mengingatkan pada momen dan kebiasaan sehari-hari. Ia menambahkan, cara penyajian perlu terus berkembang agar tetap relevan dengan gaya hidup generasi muda.

Di sisi lain, pemilik Bu Rudy, Lanny Siswadi, menyebut kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk membawa cita rasa khas yang selama ini dijaga agar dapat dinikmati lebih luas tanpa mengubah karakter utamanya. “Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana rasa yang sudah dikenal bisa tetap dinikmati dengan cara yang konsisten, di mana pun orang mencobanya. Kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk membawa cita rasa khas yang sudah kami jaga selama ini ke lebih banyak orang, tanpa mengubah apa yang menjadi karakter utamanya,” kata Lanny.

Lanny juga mengaku telah mencoba seluruh menu kolaborasi tersebut. “Saya sudah coba semuanya, enak semua. Apalagi ada sambalnya,” ujarnya.

Bu Rudy dikenal luas melalui sambal bawang dan udang krispi yang telah menjadi salah satu produk andalan. Lanny menceritakan awal mula usahanya berangkat dari kebiasaan memasak sambal dan hidangan sederhana yang kemudian diminati orang-orang di sekitarnya. “Asal mula dulu saya jual nasi pecel dan nasi udang. Gara-gara suami saya, Pak Rudy, suka mancing lalu ikannya saya masak sekaligus membuat sambalnya ternyata banyak yang suka dan menyarankan buka usaha kuliner, intinya karena saya orang desa kalau makan tanpa sambal itu nggak enak,” tuturnya.

Dalam perjalanannya, Lanny mengembangkan usaha dari berjualan menggunakan mobil hingga menyewa rumah di kawasan Dharmahusada yang kemudian menjadi cikal bakal Depot Bu Rudy. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan pengawasan kualitas, termasuk meracik serta mengolah sendiri sambal bawang dan udang krispi, sebelum mengajarkannya kepada karyawan.

Produk sambal bawang dan udang krispi Bu Rudy disebut telah dikirim ke berbagai penjuru dunia untuk memenuhi permintaan pelanggan. Kini, keduanya dihadirkan dalam tiga menu kolaborasi yang tersedia di outlet The People’s Cafe di seluruh Indonesia.