The People’s Cafe menggandeng Bu Rudy dalam kolaborasi menu yang menghadirkan tiga hidangan khas berbasis cita rasa lokal. Tiga menu kolaborasi tersebut, yakni Nasi Lidah Komplit, Nasi Cumi Hitam, dan Nasi Sate Kelapa, akan tersedia di seluruh gerai The People’s Cafe mulai 5 Mei 2026.
Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan yang berbeda. The People’s Cafe dikenal lewat sajian makanan dan jajanan lokal yang terasa familiar dengan gaya penyajian yang kasual. Sementara Bu Rudy berangkat dari usaha rumahan di Surabaya dan berkembang menjadi brand yang dikenal luas, dengan penekanan pada konsistensi rasa serta hubungan yang terbangun dengan pelanggan.
Pengembangan menu disebut dilakukan melalui proses yang detail untuk menjaga keseimbangan tiap elemen, sehingga karakter masing-masing tetap terasa dan saling melengkapi dalam satu pengalaman makan. Menu kolaborasi ini dapat dinikmati di seluruh gerai The People’s Cafe yang saat ini berjumlah 63 lokasi di berbagai kota di Indonesia.
Nasi Lidah Komplit disajikan dengan potongan lidah sapi berbumbu yang empuk, dipadukan dengan serundeng, oseng soun, lalapan, udang crispy, serta sambal bawang Bu Rudy. Menu ini ditujukan untuk menghadirkan rasa yang kaya namun tetap familiar.
Adapun Nasi Cumi Hitam menonjolkan cumi hitam khas Madura yang dimasak dalam bumbu hitam pekat dan kaya. Hidangan ini dilengkapi oseng soun, udang crispy, dan sambal bawang Bu Rudy, untuk menghadirkan karakter rasa yang kuat namun tetap seimbang saat disantap bersama nasi hangat.
Sementara itu, Nasi Sate Kelapa menghadirkan sate ayam dengan balutan kelapa parut berbumbu, dipadukan dengan bumbu kacang, acar, serta sambal bawang Bu Rudy. Menu ini tersedia dalam pilihan ala carte maupun komplit dengan nasi, dengan perpaduan rasa gurih dan sedikit manis.
President Director ISMAYA Group, Cendyarani, mengatakan kolaborasi ini berangkat dari gagasan menghadirkan kembali sesuatu yang sudah dikenal agar terasa lebih dekat dengan keseharian saat ini. “Bagi kami, yang menarik dari kolaborasi ini adalah bagaimana sesuatu yang sudah dikenal bisa dihadirkan kembali dengan cara yang terasa lebih dekat dengan keseharian sekarang. Tidak mengubah esensinya, tapi menyesuaikan bagaimana orang menikmatinya hari ini,” ujarnya, Selasa (8/6/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari cara The People’s Cafe membaca perkembangan selera masyarakat, terutama generasi muda yang dinilai semakin terbuka menikmati makanan lokal dalam format yang lebih kasual dan relevan dengan gaya hidup. Ia menambahkan, rasa yang familiar tetap memiliki tempat, namun cara penyajian perlu terus berkembang agar mudah dinikmati dalam berbagai momen.
Bagi The People’s Cafe, comfort food tidak hanya soal rasa yang sederhana dan akrab, tetapi juga koneksi emosional yang terkait dengan momen dan kebiasaan sehari-hari. Di sisi lain, kolaborasi ini juga menjadi ruang bagi Bu Rudy untuk hadir dalam format yang lebih luas, tidak hanya sebagai oleh-oleh khas Surabaya, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman makan di berbagai kota.
Pemilik Bu Rudy, Lanny Siswadi, menyatakan konsistensi rasa menjadi hal utama dalam kolaborasi ini. “Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana rasa yang sudah dikenal bisa tetap dinikmati dengan cara yang konsisten, di mana pun orang mencobanya. Kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk membawa cita rasa khas yang sudah kami jaga selama ini ke lebih banyak orang, tanpa mengubah apa yang menjadi karakter utamanya,” katanya.
Di tengah tren yang cepat berubah di industri makanan dan minuman, kolaborasi ini menegaskan bahwa relevansi tidak selalu harus datang dari sesuatu yang sepenuhnya baru. Kolaborasi juga dipandang sebagai salah satu cara menjaga identitas dan rasa kuliner lokal agar tetap dekat dengan masyarakat, tanpa meninggalkan akar budaya yang sudah ada.

