Tempe mendoan, kuliner tradisional khas Jawa Tengah yang identik dengan Purwokerto, kini semakin populer di Deli Serdang. Cita rasa gurih dengan tekstur lembut di bagian dalam dan renyah di luar membuat camilan ini diminati berbagai kalangan.
Salah satu pelaku usaha kuliner di Deli Serdang, Fachri, mengaku menjadikan tempe mendoan sebagai menu andalan. Menurutnya, sajian tersebut tidak hanya dijual di warung makan, tetapi juga mulai banyak ditemukan di kedai kopi hingga pasar kuliner malam.
Fachri menilai permintaan pembeli terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Ia menyebut banyak pelanggan tertarik karena bumbu tepung mendoan memiliki rasa khas yang berbeda dari gorengan pada umumnya.
“Saya disini merantau dan sudah satu tahun lebih berjualan tempe mendoan khas Purwokerti ini, ternyata banyak yang suka. Sekarang setiap hari bisa habis ratusan potong,” ujarnya, Minggu (17/05/2026).
Tempe mendoan khas Purwokerto dikenal menggunakan irisan tempe tipis yang digoreng setengah matang dengan balutan tepung berbumbu dan daun bawang. Sajian ini umumnya disantap hangat bersama cabai rawit atau sambal kecap. Di Deli Serdang, tempe mendoan disebut dijual dengan harga terjangkau, sekitar Rp10 ribu per porsi.
Popularitas tempe mendoan yang dijajakan Fachri di Pasar 6 Tembung, Deli Serdang, juga dinilai sejalan dengan tren masyarakat yang kembali menyukai makanan tradisional dengan harga terjangkau. Camilan ini kerap dipilih sebagai teman bersantai bersama keluarga maupun teman.
Para pelaku usaha berharap kuliner khas daerah seperti tempe mendoan dapat terus berkembang dan menjadi peluang usaha yang menjanjikan di tengah persaingan bisnis kuliner.

