Menjelang Lebaran, hidangan berbahan dasar daging seperti opor, rendang, dan semur kerap menjadi menu utama di meja makan. Di tengah kebutuhan memasak dalam jumlah banyak, perhatian warganet sempat tertuju pada teknik memasak “5-30-7” yang disebut dapat membantu menghemat penggunaan gas.
Metode 5-30-7 dilakukan dengan cara merebus daging atau bahan makanan selama lima menit hingga mendidih, kemudian api dimatikan dan bahan didiamkan selama 30 menit. Setelah itu, proses memasak dilanjutkan kembali selama tujuh menit dengan air rebusan yang sama. Teknik ini disebut bisa diterapkan untuk daging sapi, ayam, bahkan ketupat.
Chef: Teknik Ini Dikenal sebagai Simmering
Chef Chandra Yudasswara mengatakan teknik tersebut pada dasarnya sudah lazim dilakukan di dapur profesional. Dalam istilah memasak, metode itu dikenal sebagai simmering.
Menurut Chandra, simmering dilakukan dengan api sangat kecil dan tidak dibiarkan mencapai titik didih terus-menerus. Ia menyebut para chef sering menerapkannya, bahkan tanpa disadari.
Hasil Masak Dipengaruhi Jumlah dan Ukuran Daging
Chandra menekankan, keberhasilan metode 5-30-7 sangat bergantung pada beberapa faktor, terutama kuantitas dan ukuran daging yang dimasak. Daging yang jumlahnya lebih sedikit dan dipotong lebih tipis dinilai lebih mudah matang dengan metode ini.
Selain itu, massa air yang digunakan juga berpengaruh besar. Ia memberi contoh, satu ayam utuh yang dimasukkan ke dalam air mendidih dalam volume besar akan lebih cepat matang karena panas pada air bertahan lebih lama.
Namun, jika ayam dimasak dengan volume air yang jauh lebih sedikit, panas yang tersedia dinilai tidak cukup untuk mematangkan ayam hanya dengan pola 5-30-7. Proses penetrasi panas ke bagian dalam daging juga akan berlangsung lebih lama.
- Kuantitas dan ukuran daging menentukan kecepatan matang.
- Volume air memengaruhi cadangan energi panas yang membantu proses pematangan.
- Alat memasak dan beban bahan ikut menentukan hasil akhir.
Dinilai Lebih Hemat Gas dan Tetap Aman
Metode 5-30-7 disebut dapat menghemat gas karena waktu penggunaan api menjadi lebih singkat. Meski demikian, Chandra menilai teknik tersebut tetap mampu membunuh bakteri pada daging.
Ia menjelaskan bahwa bakteri umumnya berada di lapisan luar daging yang masih segar. Menurutnya, bakteri akan mati ketika terkena suhu didih. Karena itu, tahap merebus selama lima menit dinilai berfungsi sebagai langkah awal untuk memastikan bakteri teratasi sejak awal proses, sementara tahap berikutnya membantu melunakkan jaringan daging agar lebih empuk.
Dinilai Membantu Menjaga Kandungan Protein
Selain aspek efisiensi, Chandra juga menyebut teknik memasak perlahan seperti metode 5-30-7 dapat membantu mempertahankan kandungan protein tetap utuh di dalam daging.

