Harga jajanan kaki lima di Bangkok mulai naik, mengubah citra kota itu sebagai destinasi street food murah bagi wisatawan. Kenaikan ini disebut dipengaruhi tekanan global, termasuk ketegangan di Timur Tengah.
Dikutip dari Vietnam Express pada Minggu (22/3/2026), para pedagang menaikkan harga sekitar lima baht per porsi, atau sekitar Rp 2.500. Kebijakan itu diambil seiring meningkatnya beban biaya yang mereka tanggung.
Presiden Asosiasi Pedagang Bangkok, Yada Pornpetrampa, menjelaskan bahwa tekanan tidak hanya datang dari bahan bakar. Menurutnya, harga bahan baku, kemasan, serta berbagai kebutuhan lain yang digunakan dalam proses memasak sehari-hari turut mengalami kenaikan.
Yada menyebut, setelah meningkatnya ketegangan terkait perang internasional, harga berbagai barang bergerak naik dengan cepat. Ia menambahkan, meski sebagian biaya transportasi belum langsung meningkat, sejumlah pemasok mulai menyesuaikan harga lebih awal karena kekhawatiran terhadap biaya di masa depan.

