Pengalaman bersantap kian menjadi faktor penting yang membentuk perilaku perjalanan di Asia, mulai dari pemilihan destinasi, aktivitas, hingga akomodasi. Seiring meningkatnya minat terhadap eksplorasi budaya kuliner secara menyeluruh, makanan kini semakin sering dijadikan alasan utama untuk bepergian.
Data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda menunjukkan wisatawan Vietnam termasuk pencinta kuliner teratas di Asia. Dalam Laporan Prospek Perjalanan Agoda 2026, Vietnam menempati peringkat kedua di kawasan dalam hal memprioritaskan pengalaman kuliner lokal saat memilih destinasi.
Survei tersebut mencatat 35% wisatawan Vietnam menganggap makanan sebagai salah satu alasan utama mereka bepergian. Secara regional, hanya wisatawan Taiwan (China) yang berada di atas Vietnam dengan 47%, sementara Korea Selatan menempati urutan ketiga dengan 34%. Negara lain yang masuk delapan besar adalah Malaysia (33%), Jepang (32%), Indonesia (31%), Thailand (20%), dan India (8%).
Agoda juga mencatat adanya pergeseran di tingkat Asia: menjelajahi cita rasa lokal kini masuk tiga besar alasan utama wisatawan ingin bepergian, naik dari peringkat keenam pada tahun sebelumnya. Tren ini menegaskan peran kuliner yang semakin besar dalam keputusan perjalanan.
Dalam perjalanan internasional, banyak wisatawan Vietnam disebut berupaya mencari pengalaman rasa yang dianggap otentik, mulai dari menikmati sushi di Jepang, mencicipi makanan jalanan di Thailand, hingga mengunjungi restoran berbintang Michelin di Eropa. Bagi mereka, kuliner dipandang bukan sekadar pemenuhan kebutuhan makan, melainkan juga cara mengenal budaya dan sejarah serta membangun koneksi, baik saat bepergian di dalam negeri maupun ke luar negeri.
Berdasarkan data Agoda, lima negara teratas yang dipilih wisatawan Vietnam untuk memuaskan minat kuliner mereka pada tahun lalu adalah Jepang, Thailand, Korea Selatan, Malaysia, dan Tiongkok.
Di sisi lain, Vietnam juga digambarkan sebagai destinasi kuliner yang menonjol. Beragam hidangan seperti pho dan banh mi, serta kekhasan daerah—mulai dari masakan kerajaan Hue hingga hidangan laut dari Delta Mekong—disebut menarik perhatian karena cita rasa yang seimbang, bahan segar, dan keragaman regional. Ragam kuliner dari utara hingga selatan turut menarik wisatawan internasional, baik untuk menikmati makanan jalanan, resep tradisional yang sarat warisan, maupun pengalaman bersantap modern.
Direktur Agoda Vietnam, Vu Ngoc Lam, menilai posisi Vietnam dalam daftar teratas kawasan mencerminkan pentingnya makanan dalam budaya Vietnam dan cara masyarakatnya menjelajahi dunia. “Bagi banyak orang, perjalanan baru benar-benar lengkap ketika mereka merasakan cita rasa lokal yang khas dengan cara mereka sendiri, baik itu menjelajahi makanan khas daerah di dalam negeri atau menikmati hidangan ikonik di luar negeri,” katanya.

