Platform perjalanan digital Agoda merilis hasil survei dalam Laporan Prospek Perjalanan 2026 yang menunjukkan bahwa 35% wisatawan Vietnam menilai makanan sebagai salah satu alasan utama untuk bepergian. Temuan ini menempatkan wisatawan Vietnam di jajaran pelancong pencinta kuliner teratas di Asia.
Menurut survei tersebut, wisatawan Vietnam termasuk kelompok yang paling memprioritaskan pengalaman kuliner lokal saat memilih destinasi, dengan posisi kedua di kawasan. Bagi banyak pelancong, perjalanan dianggap belum lengkap tanpa mencicipi cita rasa khas setempat, baik saat menjelajahi makanan daerah di dalam negeri maupun menikmati hidangan ikonik di luar negeri.
Direktur Negara Agoda Vietnam, Vu Ngoc Lam, menilai posisi Vietnam dalam survei ini mencerminkan pentingnya makanan dalam budaya Vietnam serta cara masyarakatnya menjelajahi dunia. Ia menekankan bahwa kuliner tidak hanya hadir sebagai bagian dari perjalanan, tetapi juga menjadi elemen yang memperkaya pengalaman wisata.
Di Vietnam, kuliner disebut sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari identitas budaya. Karena itu, destinasi wisata dinilai perlu menjadikan kuliner sebagai daya tarik utama, baik untuk mempertahankan wisatawan domestik maupun menarik wisatawan internasional.
Di sisi lain, Direktur Dinas Pariwisata Kota Ho Chi Minh, Pham Huy Binh, menyampaikan bahwa pariwisata kota tersebut tidak hanya berkembang dari sisi skala, tetapi juga mengalami pergeseran ke arah peningkatan kualitas pengalaman, peningkatan konektivitas, dan perluasan jangkauan. Ia menyebut industri pariwisata Kota Ho Chi Minh secara bertahap terbentuk sebagai pusat penerimaan pengunjung, penghubung destinasi, pengorganisasian pasar, serta penciptaan produk yang mendorong rencana perjalanan baru.
Seiring memasuki fase pembangunan sebagai kota metropolitan, sektor pariwisata Kota Ho Chi Minh disebut menerapkan berbagai program aksi strategis untuk mempromosikan citra kota, wilayah, masyarakat, identitas budaya, layanan pariwisata, dan kuliner lokal yang khas.
Dinas Pariwisata Kota Ho Chi Minh juga menilai potensi pengembangan wisata kuliner untuk memposisikan kota sebagai pusat spesialisasi, baik di tingkat domestik maupun internasional. Berdasarkan penilaian tersebut, pemanfaatan kuliner lokal dipromosikan sebagai bagian dari produk wisata utama guna meningkatkan daya tarik bagi wisatawan.
Untuk memperkaya pilihan bagi pengunjung, Dinas Pariwisata Kota Ho Chi Minh melakukan survei mendalam dan mengembangkan 20 program wisata kuliner tematik tambahan. Sejumlah paket yang disebutkan antara lain Vespa Le La, Saigon Beach City, pengalaman naik bus tingkat dan bersantap di kapal pesiar Indochina, kelezatan Vung Tau yang tak tertahankan, menjelajahi kuliner unik Binh Duong, cita rasa laut biru, perjalanan kuliner, serta program menemukan kembali cita rasa tanah air.

