Studi: Substitusi Tepung Maggot 10% dalam Pakan Buatan Berpotensi Tingkatkan Pertumbuhan Lele Afrika

Studi: Substitusi Tepung Maggot 10% dalam Pakan Buatan Berpotensi Tingkatkan Pertumbuhan Lele Afrika

Ikan lele (Clarias sp.) menjadi salah satu komoditas penting dalam budidaya perikanan air tawar. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi budidaya lele dilaporkan meningkat, dari 719.619 ton pada 2015 menjadi 764.797 ton pada 2016, lalu naik hingga 1.771.867 ton pada 2017.

Di sisi lain, pakan menjadi aspek krusial dalam budidaya karena berperan langsung terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Biaya pakan juga disebut menyerap porsi terbesar dalam usaha budidaya, sekitar 60–70% dari biaya produksi. Untuk memenuhi permintaan, pembudidaya kerap mengandalkan metode pemberian pakan buatan.

Tantangan harga pakan dan alternatif bahan baku

Salah satu persoalan yang disorot dalam budidaya lele adalah mahalnya pakan komersial, yang dikaitkan dengan kenaikan harga bahan baku protein utama. Dalam konteks ini, tepung maggot disebut sebagai alternatif bahan baku pakan buatan dengan kandungan nutrisi tinggi dan harga lebih murah.

Maggot dapat dibudidayakan menggunakan media berbahan organik, sehingga juga dinilai berpotensi membantu mengurangi limbah organik. Disebutkan pula bahwa maggot mengandung protein sekitar 30–40%, yang membuatnya dipertimbangkan sebagai salah satu opsi substitusi dalam formulasi pakan buatan.

Hasil penelitian pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup

Dalam penelitian yang dirujuk, substitusi tepung ikan menggunakan tepung maggot sebesar 10% pada pakan buatan untuk budidaya ikan lele Afrika dilaporkan menghasilkan laju pertumbuhan tertinggi. Rata-rata laju pertumbuhan spesifik benih ikan lele dengan substitusi maggot disebut berada pada kisaran 3,0650–3,4425%.

Penelitian yang sama juga melaporkan tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo selama 30 hari pemeliharaan mencapai 100%, dengan keterangan tidak ditemukan kematian selama periode tersebut.

Catatan tentang potensi pemanfaatan maggot

Tepung maggot juga disebut memiliki kandungan anti-mikroba dan esensi jamur, yang diklaim dapat membantu meningkatkan kelangsungan hidup ikan melalui perlindungan dari penyakit yang disebabkan jamur dan mikroba.

  • Pakan menyumbang porsi biaya terbesar dalam budidaya lele (sekitar 60–70% biaya produksi).
  • Tepung maggot disebut mengandung protein 30–40% dan dapat diproduksi dari media organik.
  • Substitusi tepung maggot 10% dilaporkan memberi laju pertumbuhan tertinggi dan kelangsungan hidup 100% selama 30 hari.

Penulis penelitian yang dirujuk adalah Agustono dan M. Lamid.