Geliat ekonomi malam di kawasan Kota Tua, Kota Gorontalo, terlihat melalui pelaksanaan Street Food Kota Tua Jilid III. Selama dua hari penyelenggaraan, total transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tercatat mencapai Rp99,1 juta.
Rekapitulasi Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo menunjukkan nilai transaksi tersebut berasal dari puluhan pelaku UMKM yang menjajakan aneka kuliner, minuman, serta berbagai produk olahan di kawasan Kota Tua.
“Pendapatan pelaku UMKM Alhamdulillah nyaris mencapai Rp100 juta,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, Senin (22/6/2026).
Menurut Muttakin, capaian tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Street Food Kota Tua dan menunjukkan bahwa penyelenggaraan event dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada pelaku usaha.
Perputaran transaksi selama kegiatan disebut tidak hanya meningkatkan pendapatan pedagang, tetapi juga ikut menggerakkan sektor lain, mulai dari pemasok bahan baku, jasa transportasi, hingga aktivitas ekonomi pendukung.
Keberhasilan kegiatan ini juga menandai mulai tumbuhnya kembali aktivitas ekonomi malam di kawasan Kota Tua. Area yang sebelumnya relatif sepi setelah jam operasional pertokoan kini menjadi lebih ramai, dengan masyarakat datang untuk menikmati kuliner dan suasana kota pada malam hari.
Kondisi tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel yang mendorong penguatan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
Melalui Street Food Kota Tua, pemerintah dinilai membuka ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM, sekaligus menghidupkan kembali kawasan bersejarah sebagai pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata.
Catatan transaksi Rp99,1 juta dalam dua hari menjadi indikator peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian Kota Gorontalo, sekaligus memperkuat geliat ekonomi malam di ibu kota Provinsi Gorontalo.

