Kawasan Dramaga di sekitar kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) dikenal sebagai salah satu titik keramaian kuliner yang ramai dikunjungi mahasiswa dan warga sekitar. Deretan pedagang kaki lima menawarkan pilihan makanan yang dinilai terjangkau dan mengenyangkan, membuat sejumlah lapak kerap dipadati antrean, terutama pada sore hingga malam hari.
Ketika hari mulai beranjak malam, suasana di sepanjang jalan dan gang-gang kecil Dramaga berubah. Area yang sebelumnya tampak lengang berangsur dipenuhi aktivitas penjual dan pembeli. Aroma masakan dari wajan panas, mentega yang meleleh, hingga asap panggangan menjadi penanda dimulainya aktivitas kuliner malam yang sudah lekat dengan kehidupan kampus.
Daya tarik jajanan di sekitar IPB disebut tidak hanya soal harga, tetapi juga pengalaman yang menyertainya. Bagi banyak mahasiswa, kuliner kampus kerap identik dengan kebiasaan berkumpul selepas kuliah, mengisi tenaga di sela aktivitas, hingga menjadi bagian dari cerita keseharian selama menempuh pendidikan. Makanan yang dijual pun tidak diposisikan sebagai hidangan mewah, melainkan pilihan yang sederhana, praktis, dan mudah dijangkau.
Di antara berbagai pilihan yang beredar dan ramai dibicarakan, Roti Maryam dan martabak dengan topping melimpah menjadi dua menu yang kerap disebut sebagai primadona. Keduanya banyak dicari karena rasa yang kuat, variasi isian, serta porsi yang dinilai memuaskan.
Roti Maryam
Roti Maryam menjadi salah satu camilan yang nyaris selalu memiliki peminat di kawasan Dramaga. Roti khas Timur Tengah ini diolah oleh pedagang kaki lima dengan teknik adonan berlapis yang dipanggang menggunakan mentega atau ghee, menghasilkan tekstur renyah di bagian luar dan tetap lembut serta kenyal di bagian dalam.
Dari sisi harga, Roti Maryam disebut kerap berada di kisaran sepuluh ribuan rupiah, sehingga banyak dipilih sebagai opsi camilan manis atau gurih yang mengenyangkan. Variasinya juga beragam, mulai dari yang polos hingga tambahan topping seperti keju, cokelat leleh, susu kental manis, dan madu. Selain versi manis, tersedia pula pilihan gurih, salah satunya disajikan dengan kari kambing yang kental dan berempah.
Martabak dengan Topping Melimpah
Selain Roti Maryam, martabak di sekitar kampus IPB Dramaga juga menjadi menu yang kerap memicu antrean. Martabak ini dikenal karena penggunaan topping yang berani dan melimpah. Isian yang umum terlihat antara lain keju parut, kacang sangrai, cokelat meses, hingga tambahan potongan buah dan selai buah-buahan.
Tampilan martabak yang tebal dan penuh isian menjadi salah satu alasan menu ini cepat menarik perhatian. Bagi sebagian pengunjung, martabak juga kerap dipilih sebagai makanan untuk dinikmati bersama, sejalan dengan kebiasaan mahasiswa yang datang berkelompok saat berburu kuliner di kawasan kampus.
Dengan ragam jajanan yang terus diminati, Dramaga tetap menjadi salah satu pusat kuliner kampus yang hidup dan dinamis. Kehadiran menu seperti Roti Maryam dan martabak bertopping melimpah menunjukkan bagaimana jajanan kaki lima di sekitar IPB terus beradaptasi dengan selera pengunjung, tanpa meninggalkan karakter utamanya sebagai pilihan yang bersahabat bagi kantong pelajar.

