BERITA TERKINI
Street Food Karangmenjangan Ramai Saat Ramadan, Jadi Favorit Mahasiswa Kampus B UNAIR Cari Takjil Murah

Street Food Karangmenjangan Ramai Saat Ramadan, Jadi Favorit Mahasiswa Kampus B UNAIR Cari Takjil Murah

Deretan pedagang kaki lima di kawasan Karangmenjangan tampak ramai menjelang waktu berbuka puasa selama Ramadan. Suasana macet, padat, dan riuh menjadi pemandangan yang kerap ditemui ketika pengunjung berburu jajanan sore di lokasi tersebut.

Harga yang relatif murah dengan porsi yang dinilai banyak menjadi salah satu alasan pembeli rela berdesakan. Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang beraktivitas di sekitar Kampus B turut memadati area itu untuk mencari takjil sembari menunggu waktu berbuka.

Salah satunya Umi Mayadah, mahasiswa perantau asal Jakarta. Ia mengaku terkesan dengan ragam pilihan kuliner di street food Karangmenjangan, yang ia nilai menjadi titik pusat jajanan bagi mahasiswa rantau di sekitar Kampus B UNAIR.

Menurut Umi, pilihan makanan di Karangmenjangan sangat beragam, mulai dari gorengan, es buah, soto, bakso, sate, hingga beberapa menu yang ia sebut tidak ia temui di Jakarta. Ia juga menyoroti perbedaan kebiasaan makan saat berbuka antara Jakarta dan Surabaya. Umi mengatakan, di Jakarta orang cenderung mengawali berbuka dengan makanan ringan, sementara di Surabaya lebih banyak yang memilih langsung menyantap makanan berat. Umi mengaku kerap membeli martabak dan es buah di Karangmenjangan.

Sementara itu, Agus Wisanto, pedagang sate di street food Karangmenjangan, menuturkan jumlah pedagang kaki lima di Pasar Karangmenjangan mencapai lebih dari 200 lapak. Para pedagang, kata dia, umumnya diperbolehkan berjualan dengan ketentuan membayar uang kebersihan sebesar Rp2.000.

Agus menambahkan, bagi mahasiswa, biaya tersebut terkadang tidak ditarik. Ia menyebut biaya kebersihan telah diwadahi oleh paguyuban pedagang kaki lima (PKL).

Pria yang akrab disapa Cak Wit itu juga menyampaikan bahwa Ramadan menjadi periode yang selalu dinanti para pedagang karena jumlah pembeli cenderung meningkat. Ia mengaku selama 17 tahun berjualan sate, Ramadan kerap membawa berkah meski besarnya peningkatan pembeli bisa berbeda tiap tahun. Ia menyinggung kenaikan harga kambing yang turut memengaruhi penjualan, namun ia tetap menyesuaikan harga sate kambing agar terjangkau bagi mahasiswa.