Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mustikasari 4, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, membantah narasi dalam video yang viral di media sosial terkait menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam video tersebut, menu MBG disebut hanya berupa ubi dan pisang untuk jatah dua hari.
Kepala SPPG Mustikasari 4, Ageng Wicaksono, menjelaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, video itu memunculkan kesalahpahaman karena menu kering yang ditampilkan sebenarnya diperuntukkan untuk konsumsi satu hari, bukan dua hari seperti yang dinarasikan.
Ageng menyampaikan, pada Kamis (15/1/2026) ada dua jenis menu yang dikirimkan bersamaan, yakni menu basah dan menu kering. Pada hari itu, pihaknya tetap menyalurkan menu basah kepada siswa MI Nurul Anwar. Menu basah tersebut terdiri dari spageti saus daging bolognese, tahu crispy, sawi hijau, wortel, dan buah jeruk.
Sementara menu kering yang kemudian beredar di media sosial merupakan paket untuk satu hari konsumsi yang distribusinya dimajukan. Ageng mengatakan, pemajuan distribusi dilakukan karena pada Jumat tidak ada pendistribusian makanan, sehingga paket untuk hari Sabtu dikirim lebih awal pada Kamis.
“Karena hari Jumat tidak ada distribusi, maka paket untuk hari Sabtu dimajukan ke Kamis. Namun, menu kering tersebut justru diviralkan dan disalahpahami sebagai jatah dua hari,” ujar Ageng dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Terkait polemik tersebut, SPPG menyebut telah melakukan diskusi dan mediasi dengan Person in Charge (PIC) di lapangan. Hasil mediasi menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan dan situasi dinyatakan kondusif.
Ke depan, SPPG menyatakan akan memperkuat sosialisasi kepada orang tua murid untuk mencegah kesalahpahaman serupa. Evaluasi pelaksanaan Program MBG juga akan terus dilakukan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan.
Sementara itu, PIC MI Nurul Anwar, Azizah, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak SPPG atas unggahan video yang beredar. Ia menegaskan, unggahan tersebut berasal dari wali murid dan telah memunculkan narasi yang tidak sesuai fakta.
Azizah menyebut para wali murid yang sempat mengunggah video tersebut telah melakukan klarifikasi ulang di media sosial. Ia juga menyampaikan bahwa pihak SPPG telah memberikan tambahan menu pengganti serta melakukan pemesanan baru sebagai bentuk tanggung jawab.
Sebelumnya, video yang beredar menampilkan menu berupa satu buah pisang, setengah potong ubi ungu, dan kental manis dalam kemasan plastik. Video itu dinarasikan sebagai jatah makanan dua hari dan menu Program MBG, sehingga memicu perhatian publik.

