Upaya membangun generasi yang sehat dan berdaya saing kembali digaungkan melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Jemaat Sagerat Bitung Barat, Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat, 1 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kesadaran bahwa perbaikan gizi bukan semata tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan kolektif demi masa depan bangsa.
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sejak dini. “Kualitas sumber daya manusia Indonesia sangat ditentukan oleh bagaimana kita menjaga dan memperbaiki status gizi masyarakat sejak usia dini. Hal tersebut butuh kerjasama antara pelaksanan program dengan orang tua di rumah,” kata Felly dalam keterangan pers yang dikutip Senin, 4 Mei 2026.
Felly juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) atas pelaksanaan sosialisasi yang dinilai strategis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul.
Namun, ia mengingatkan masih adanya tantangan yang harus dihadapi bersama. Persoalan stunting, wasting, hingga anemia disebut masih banyak ditemukan, terutama pada ibu hamil dan anak-anak. Kondisi itu menjadi pengingat bahwa upaya perbaikan gizi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh.
Menurut Felly, keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat. Keterlibatan aktif pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga sebagai unit terdekat dalam kehidupan sehari-hari dinilai penting agar program berjalan efektif.
DPR RI, lanjutnya, akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada peningkatan gizi masyarakat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar program tepat sasaran dan memberikan dampak nyata. “Mari jadikan upaya perbaikan gizi sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera,” ujarnya.
Sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian program, tetapi juga ruang membangun harapan agar setiap anak Indonesia dapat tumbuh dengan gizi yang cukup, keluarga memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan, dan langkah perbaikan hari ini menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

