Pemerintah kembali menggencarkan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, sebagai upaya mempercepat penanganan persoalan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti ratusan warga. Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama hadir secara daring, bersama perwakilan Badan Gizi Nasional.
Dalam pemaparannya, program MBG diposisikan sebagai solusi strategis untuk menekan angka stunting, anemia, serta berbagai persoalan gizi lain yang masih membayangi anak-anak di Indonesia. Ade Rezki Pratama menyebut program tersebut sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang sehat dan berdaya saing, Senin (20/4/2026).
Ia menekankan pentingnya asupan gizi seimbang untuk menunjang perkembangan fisik dan kecerdasan anak sejak usia dini. Menurutnya, pemenuhan gizi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas tumbuh kembang anak.
Selain aspek kesehatan, MBG juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, dan pelaku usaha. Keterlibatan sektor lokal dinilai dapat memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.
“Dari program ini kita ingin memastikan manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” ujar Ade.
Program MBG juga dirancang sebagai sistem terintegrasi yang menghubungkan sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi secara berkelanjutan. Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan bergizi semakin meningkat.
Pemerintah bersama para pemangku kepentingan menyatakan komitmen untuk memperluas implementasi program agar pelaksanaannya tepat sasaran.

